PALANGKA RAYA — Ribuan titik api yang memicu bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat langit Kalimantan diselimuti kabut asap yang mengancam kesehatan. Merespons situasi genting ini, Muhammadiyah mengambil langkah antisipatif dengan menerjunkan tim relawan ke pusat bencana dan membuka fasilitas darurat Rumah Oksigen secara masif.
Fasilitas penyelamat bernapas yang tergabung dalam program Indonesia Siaga ini langsung menjadi rujukan utama masyarakat. Sepanjang periode 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026, tercatat sebanyak 793 warga telah memanfaatkan layanan Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah.
Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari gerakan OMOR yang digawangi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng, berkolaborasi dengan LAZISMU dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Aksi kepedulian ini tidak sebatas penyediaan ruang aman. Para relawan Muhammadiyah turut turun ke garis depan untuk membantu memadamkan kobaran api dan mendinginkan area bekas terbakar.
Secara paralel, mereka juga mengoperasikan armada mobil oksigen, membuka layanan kesehatan gratis, mendistribusikan masker dan makanan bergizi, hingga mendata kebutuhan spesifik para korban di lapangan.
Pergerakan masif ini sangat mendesak mengingat situasi bencana belum mereda. Hingga 7 Oktober 2026, Posko Karhutla Kalteng mencatat telah terjadi 5.848 insiden kebakaran. Saat ini, para petugas masih berjuang memadamkan api di area seluas 513,89 hektare, sementara titik panas baru dilaporkan telah merambat ke kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.
Guna memastikan seluruh korban tertangani, titik layanan Rumah Oksigen kini diperluas. Di wilayah Kalteng, fasilitas ini bersiaga di empat titik di Palangka Raya—termasuk posko 24 jam di Jalan Damang Batu—serta memperluas jangkauan ke Kotawaringin Timur, Muara Teweh, Kasongan, dan Kotawaringin Barat.
Di sisi lain, layanan di Kalimantan Barat dipusatkan pada lima lokasi di Pontianak, dengan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalbar dialihfungsikan secara khusus sebagai ruang aman bagi balita dan ibu menyusui.