Senin, Oktober 19, 2026

Lampu Kuning Ekonomi RI: Bisnis Mulai Loyo, Cari Kerja Makin Susah di Akhir 2026! 

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) membawa kabar yang kurang menggembirakan terkait perputaran roda perekonomian nasional. Memasuki kuartal III-2026, aktivitas dunia usaha di Tanah Air dilaporkan mulai kehilangan tenaga. Meski masih berada di zona pertumbuhan, lajunya melambat signifikan dan berimbas langsung pada susahnya penyerapan tenaga kerja baru.

Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) terbaru dari BI, laju kegiatan bisnis terus menunjukkan tren penurunan. Indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal III-2026 merosot ke angka 11,46 persen dari kuartal sebelumnya, dan diproyeksikan akan semakin anjlok ke level 10,77 persen pada kuartal IV nanti.

Tren lesu ini mulai memukul sektor-sektor vital. Sektor pertanian dan perkebunan diprediksi akan mengalami kontraksi (minus) pada akhir tahun akibat faktor cuaca dan masa tanam. 

Ironisnya lagi, sektor industri pengolahan dan perdagangan yang usahanya terpantau stabil, justru mencatatkan rapor merah dalam hal rekrutmen pegawai. Artinya, roda bisnis tetap berputar namun perusahaan menahan diri untuk tidak menambah karyawan.

Tekanan daya beli juga tergambar dari strategi perusahaan yang kini semakin mengandalkan tebaran diskon demi menjaga angka penjualan. Hal ini diperparah dengan melorotnya pertumbuhan upah pekerja pada semester kedua tahun ini yang terjun bebas dibandingkan paruh pertama 2026.

Meski dibayangi kelesuan rekrutmen dan upah, kondisi keuangan perusahaan secara umum masih tertolong. BI mencatat tingkat likuiditas dan keuntungan usaha masih sedikit membaik, diiringi tren investasi yang tetap tumbuh positif.

Pemerintah tampaknya harus segera meracik stimulus baru agar kelesuan ekspansi dunia usaha ini tidak berujung pada ledakan angka pengangguran di penghujung tahun 2026.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.