BEKASI — Aksi solidaritas suporter Persija Jakarta, The Jakmania, yang membentangkan spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla” berujung pada pencopotan oleh pihak steward pertandingan. Momen tersebut terjadi saat Persija menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10/2026) malam.
Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak Persija 5-1 tersebut, beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan steward meminta spanduk isu lingkungan itu segera diturunkan. Selain spanduk soal darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), The Jakmania diketahui turut membentangkan spanduk peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan.
Tindakan penurunan spanduk suporter ini diduga kuat berkaitan dengan kekhawatiran panitia pelaksana akan ancaman denda atau sanksi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, sebab di hari yang sama, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI baru saja menjatuhkan hukuman denda total Rp90 juta kepada Persija.
Hukuman tersebut juga mencakup larangan hadir bagi The Jakmania di enam laga tandang, sebagai buntut kericuhan pada pertandingan melawan Persita yang menurut catatan I.League juga dipicu oleh persoalan spanduk.
Aksi membentangkan pesan “All Eyes on Karhutla” sejatinya bukan hanya dilakukan oleh suporter Persija. Seruan serupa mengenai darurat lingkungan juga sempat digaungkan oleh pendukung Persib Bandung (Bobotoh) di Stadion Si Jalak Harupat dan pendukung Persebaya (Bonek) di Stadion Gelora Bung Tomo. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia pelaksana pertandingan maupun manajemen Persija terkait insiden tersebut.