Sabtu, November 7, 2026

Bongkar Dosa Era Listyo Sigit: Dari Jenderal ‘Karbitan’ Geng Solo, Duit Kotor Satgas, hingga Skandal Rebutan Wanita!

JAKARTA — Runtuhnya takhta Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai dijebloskan ke tahanan Bareskrim akibat mega-skandal penyadapan Presiden, rupanya membuka kotak pandora yang jauh lebih busuk di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kematian sistem meritokrasi dan budaya birokrasi yang sehat terungkap secara telanjang. 

Di era Listyo, para polisi jujur dan profesional dibuat frustrasi hingga ‘mati kutu’, sementara barisan perwira penjilat yang berafiliasi dengan “Geng Solo” melesat naik pangkat secara tak wajar.

Sumber internal kepolisian secara blak-blakan membongkar deretan perwira “ajaib” yang kariernya meroket bak kilat berkat privilege kedekatan dengan Listyo. Nama Letjen Ahrie Sonta Nasution menjadi sorotan utama; ia diangkat menjadi jenderal bintang satu di usia 44 tahun (Oktober 2025), lalu selang setahun langsung menyandang pangkat Irjen di usia 45 tahun, menjadikannya bintang dua termuda dalam sejarah Polri. 

Hal serupa dialami Irjen Slamet Uliandi yang kariernya tiba-tiba meroket menjadi Kadiv TIK Polri setelah 9 tahun stagnan, hingga Irjen Pipit Rismanto yang mulus menjadi Kapolda Jabar. Ironisnya, para perwira emas ini kini harus menelan pil pahit karena ikut terseret sebagai tersangka.

Keistimewaan tak masuk akal juga dinikmati para loyalis yang memiliki sejarah “Geng Solo”. Kombes Gatot Yulianto, yang pernah sama-sama bertugas di Surakarta dengan Listyo, bahkan disebut bisa melenggang masuk Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri tahun 2023 tanpa tes—bahkan saat pendidikan sudah berjalan—hingga akhirnya mulus menduduki posisi strategis di Akpol Lemdiklat Polri.

Lebih mengerikan lagi, afiliasi gelap ini merambah ke bisnis haram dan korupsi berdarah. Irjen Eko Hadi Santoso, yang menjabat Direktur Narkoba Bareskrim dan tergabung dalam Satgas Merah Putih, diduga kuat menjadi operator urusan judi online dan narkoba. Sumber internal bahkan melontarkan tudingan tajam bahwa Satgas Merah Putih tak lebih dari “satgasnya Jokowi untuk kepentingan kotor”. 

Tak berhenti di situ, seorang perwira tinggi ring satu Listyo lainnya diduga merampok dana Operasi Damai Cartenz senilai Rp400 miliar bekerja sama dengan eks Kapolres Timika dan Kombes H di Mabes Polri.

Di balik gemerlap pangkat kilat para loyalis dan putaran uang haram, terselip tragedi dendam asmara yang menghancurkan karier seorang polisi tak bersalah. Kombes Puji Prayitno harus rela “dibuang” dan diparkir jauh ke wilayah Sulawesi Barat selama delapan tahun tanpa jabatan strategis. 

Dosa Puji ternyata hanya satu: ia mencintai wanita yang sama dengan Listyo Sigit Prabowo. Sosok pemicu cinta segitiga tersebut adalah Vinna Ledy Anggraheni, seorang politikus cantik kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bengkulu.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.