BLORA — Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di Kabupaten Blora kembali memanggil kepedulian Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Blora (ILUSA). Ratusan tangki air bersih disalurkan ke berbagai pelosok desa terdampak. Namun, alih-alih hanya berfokus pada bantuan darurat, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mendorong lahirnya solusi jangka panjang agar kekeringan tidak terus menjadi nestapa tahunan warga.
Saat meninjau penyaluran air di Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Minggu (11/10/2026), Wabup yang akrab disapa Budhe Rini itu—yang juga merupakan alumni SMAN 1 Blora—mendapati adanya potensi sumber air dengan debit besar. Sayangnya, pemanfaatan sumber air tersebut terkendala kendala geografis.
“Ada sumber air, tetapi jaraknya jauh di dalam hutan, sekitar tiga kilometer dari kampung,” ungkap Kepala Desa Genjahan, Yuda Rachmawan, kepada Budhe Rini.
Merespons kendala tersebut, Budhe Rini berencana mengupayakan pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk mengelola sumber air itu. Selain itu, ia juga mengusulkan pengadaan toren (tandon air) berkapasitas raksasa sebagai solusi penyimpanan fleksibel di desa-desa, dan mengajak ILUSA untuk menjadikannya sasaran program kemanusiaan berikutnya.
Secara keseluruhan, ILUSA menargetkan penyaluran 408 tangki air bersih yang menyasar 204 titik di wilayah Blora sepanjang 2026. Aksi besar yang dibagi dalam dua tahap ini melibatkan kolaborasi erat dengan BPBD, PMI, dan berbagai elemen relawan setempat.
“ILUSA akan terus menggalang donasi dan menyalurkan bantuan air bersih selama kemarau masih berlangsung,” tegas Wakil Ketua ILUSA Pusat, Teguh Budi Pramono.
Selain fokus pada penanggulangan kekeringan, momentum perayaan HUT ke-67 SMAN 1 Blora ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial lain, mulai dari santunan ke Panti Asuhan Darul Hadlonah hingga sesi berbagi inspirasi bagi para siswa yang menghadirkan sejumlah tokoh alumni sukses.