Kabar lega buat dompet rakyat. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan tujuh rekomendasi ekonomi kepada Presiden Prabowo dalam pertemuan pada 20 Oktober, dengan salah satu fokus utamanya memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik sampai akhir tahun.
Strateginya melibatkan kolaborasi fiskal antara Kementerian Keuangan dan Danantara, plus sistem digital perlindungan sosial (perlinsos) yang dijadwalkan meluncur 10 November mendatang. Pemerintah tampaknya sadar betul bahwa harga BBM adalah urat nadi daya beli masyarakat.
“Kebijakan pemerintah dalam menjaga harga BBM bersubsidi merupakan langkah penting untuk melindungi daya beli masyarakat,” kata Seto dari DEN, dikutip Rabu (21/10/2026).
Pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah tidak mau ambil risiko gejolak harga di tengah ekonomi yang masih goyah.Konteksnya memang tidak mudah. Program bahan bakar campuran B50 hingga E50 sedang berjalan, sementara harga minyak dunia Brent bertengger di level US$110 per barel.
Menjaga harga subsidi di tengah harga minyak semahal itu jelas butuh strategi fiskal yang serius.Netizen menyambut kabar ini dengan campur aduk. Banyak yang lega karena Pertalite dan Solar subsidi tetap aman, tapi tak sedikit yang skeptis dan bertanya, “aman sampai akhir tahun, terus tahun depan bagaimana?”