Senin, September 28, 2026

Di Tengah Keracunan Massal, Bakom RI Patok Target Cetak Generasi Gesit Layaknya Lamine Yamal Lewat MBG

JAKARTA – Krisis gizi dan tingginya angka stunting dinilai masih menjadi penghambat utama bagi Indonesia dalam mencetak generasi muda yang tangkas dan berprestasi di kancah global. 

Untuk memutus rantai masalah tersebut, Badan Komunikasi (Bakom) RI menjadikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi kunci agar anak-anak Indonesia bisa berprestasi layaknya bintang muda asal Spanyol, Lamine Yamal.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Hariko Wibowo Satria, membeberkan fakta memprihatinkan terkait kondisi gizi anak bangsa. 

“Lebih dari separuh anak-anak kita ini pola makannya buruk 56 persen. Hampir 41 persen anak-anak ini tidak sarapan ke sekolah. Kemudian stunting,” kata Hariko, dikutip Senin (28/9/2026).

Minimnya asupan gizi inilah yang membuat Indonesia kesulitan melahirkan talenta unggul meski memiliki jumlah penduduk yang besar. 

“Mencari anak-anak seperti Lamine Yamal itu, yang gesit seperti itu agak keseusahan kita, ditengah kita banyak populasinya,” terangnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, MBG kini mulai diimplementasikan. 

“Makanya kita jalankan program Makan Bergizi Gratis ini, sehingga jadi layanan standar dasar pelayanan bagi masyarakat,” ucapnya.

Hariko menegaskan bahwa jalannya program gizi ini sama sekali tidak menggeser prioritas layanan krusial lain. 

“Nah, semuanya prioritas, tidak ada yang tidak prioritas. Makanya tadi kesehatan juga sangat prioritas,” imbuhnya.

Hal tersebut dibuktikan lewat pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang diklaim paling masif di era pemerintahan saat ini. 

“Bayangkan di tahun 2025, 70 juta dapatkan layanan cek kesehatan gratis, sekarang sudah 100 juta orang dapatkan layanan cek kesehatan gratis. Targetnya 136 juta,” paparnya.

Hariko menyebut program preventif ini merupakan rekor tersendiri. 

“Silahkan cek, apakah pernah ada pemeriksaan kesehatan preventif yang sebesar ini sejak zamannya Bung Karno? Itu belum pernah,” ujarnya. 

“Bukan hanya pengecekan kesehatannya yang gratis, tapi pengobatannya juga gratis pada 15 hari pertama,” tutup Hariko.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.