Menjelang duel penuh gengsi antara Persija Jakarta dan Persib Bandung, perhatian publik tertuju pada pesan khusus dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Ia menekankan pentingnya menjaga tempo permainan dan semangat juang tinggi demi memastikan langkah Macan Kemayoran tetap terjaga dalam persaingan Super League 2025–2026.
Laga klasik Persija kontra Persib dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/1/2026). Menjelang duel sarat rivalitas tersebut, Pramono berharap Macan Kemayoran mampu mengulang performa impresif seperti saat meraih kemenangan atas Persijap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (3/1/2026).
“Ya, kalau lawan Persib, pokoknya saya berharap Persija tetap main dengan tempo, semangat yang seperti (melawan Persijap) sekarang ini,” kata Pramono usai menyaksikan langsung kemenangan Persija kontra Persijap di SUGBK, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Pramono, pertandingan melawan Persib memiliki arti lebih dari sekadar gengsi rivalitas. Duel tersebut dinilainya sangat krusial dalam persaingan menuju puncak klasemen Super League musim ini, di mana setiap poin menjadi sangat menentukan.
Ia menilai kondisi klasemen saat ini menuntut Persija untuk tampil maksimal dan membidik kemenangan. Apalagi, Persib dijadwalkan lebih dulu menghadapi Persik Kediri sebelum berjumpa Persija, yang berpotensi memengaruhi peta persaingan.
“Kan persaingan makin ketat. Apalagi sebelum lawan (Persija). Persib (akan) lawan Persik Kediri, tempat tanah kelahiran saya,” ujar Pramono.
Peluang Persija untuk merebut posisi puncak klasemen terbuka jika mampu mengamankan tiga poin dari Persib, dengan catatan Borneo FC gagal meraih kemenangan atau hanya bermain imbang saat melawan Persita.
Selain menyoroti laga besar tersebut, Pramono juga memberikan perhatian khusus pada perkembangan skuad Persija. Ia mengapresiasi kontribusi para pemain muda yang tampil menonjol dalam laga terakhir.
Dua gol Persija ke gawang Persijap dicetak oleh pemain berusia 20 tahun, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman. Kontribusi keduanya dinilai sebagai sinyal positif keberhasilan proses regenerasi di tubuh Persija.
“Hari ini (kemarin) Persija pemainnya lebih didominasi pemain-pemain muda yang luar biasa dan itu terbukti dari dua gol yang dicipta oleh Arlyansyah dan Aditya, menunjukkan bahwa Persija tidak hanya bergantung pada pemain-pemain yang itu-itu saja,” ucap Pramono.
Ia menegaskan bahwa keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda menjadi modal penting Persija dalam menghadapi tekanan laga besar.
Pramono berharap tempo permainan, semangat, dan keberanian tersebut tetap terjaga saat Persija menghadapi Persib.
Pesan dari Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa laga Persib versus Persija bukan hanya soal rivalitas klasik, melainkan momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam perburuan gelar musim ini.