Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan sebanyak 10.000 personel Barisan Ansor Serbaguna untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sekaligus melayani masyarakat.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan keterlibatan Banser dalam pengamanan Nataru merupakan mandat historis dalam menjaga harmoni bangsa.
Addin menegaskan pengorbanan almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur pada peristiwa bom Natal 2000, menjadi amanah yang terus dijaga hingga kini.
Menurutnya, menjaga toleransi dan persatuan bangsa merupakan bentuk pengabdian tertinggi kepada Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Addin saat Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang dirangkai dengan penganugerahan Riyanto Award di Cirebon.
Selain pengamanan Nataru, Banser juga disiagakan untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem melalui aktivasi satuan Banser Tanggap Bencana di berbagai daerah.
Addin menyebut peran Banser tidak hanya terbatas pada keamanan, tetapi juga mencakup kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
Ia menegaskan Banser akan terus menjaga harmoni beragama dan bernegara bersama negara.
Setiap upaya yang merusak harmoni bangsa disebut akan berhadapan dengan negara melalui sinergi Polri dan TNI.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menilai pengamanan Nataru tahun ini memiliki tantangan tambahan berupa potensi cuaca ekstrem dan bencana alam.
Sigit mengapresiasi keterlibatan 10.000 Banser sebagai penguat stabilitas sosial dan bentuk partisipasi masyarakat sipil.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap disinformasi, radikalisme, dan intoleransi yang dapat memanfaatkan momentum Nataru.
Ia menilai Banser memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni sosial di tengah keragaman bangsa.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman turut mengapresiasi penghargaan kemanusiaan kepada almarhum Riyanto.
Dudung menegaskan nilai kebhinekaan, gotong royong, dan cinta kasih harus terus dijaga sebagai jati diri bangsa Indonesia.