Terkait adanya isu pengerahan masa ke Plasa Manahan, Kota Solo,berikut himbauan Pengurus Cabang, Ranting atau Komisariat, Rayon PSHT se-Jawa Tengah. Himbauan ini beredar melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (22/9).
Berkaitan dengan isu di media Sosial (medsos) menghitamkan kota Solo yang telah menyebar, kami sampaikan kepada jajaran Pengurus Cabang, Ranting/Komisariat dan Rayon dapat menghimbau kepada seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Terate di wilayah masing-masing agar dapat ikut serta menjaga terciptanya situasi atau kondisi wilayah yang tertib, aman serta kondusif, dengan tidak turun kejalan atau tidak melakukan gerakan ke kota Solo.
Terkait kejadian yang menimpa saudara kita di solo pada tanggal 15 September 2020 telah ditindaklanjuti oleh jajaran Polresta Surakarta dan Polres Sukoharjo yang diback-up Polda Jateng untuk memburu atau menangkap para pelaku.
Bantu dan dukung kinerja polri dengan memberikan informasi sekecil apapun dalam upaya ungkap kasus yang terjadi.
Berikan kesempatan dan kepercayaan kepada jajaran Polri untuk menangkap pelakunya tanpa terbebani munculnya masalah baru atas kehadiran secara masal saudara-saudara warga PSHT (Perguruan Setia Hati Teratai) yang bisa memicu terjadinya gangguan keamanan atau ketertiban kota Solo dan sekitarnya.
Aparat Polri/TNI telah disiagakan dengan kekuatan maximal sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Sekali lagi mohon kiranya semua saudara kadang kinasih warga PSHT jangan terprovokasi dengan berita medsos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Hindari dan tolak ajakan turun ke jalan (Solo) serta cegah tindakan anarkis.
Semoga PSHT tetap JAYA ABADI SELAMANYA.
Demikian isi pesan yang beredar di pesan WhatsApp yang bertandatangan ketua pengurus perwakilan pusat PSHT Wilayah Jawa Tengah dr. Kun Sriwibowo, Sp.B, Finacs.