Senin, Oktober 19, 2026

IHSG Terjun Bebas Dihantam Isu MSCI, Prabowo Mendadak Kumpulkan Bos BI hingga OJK di Istana

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendadak memanggil jajaran petinggi ekonomi dan otoritas keuangan ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026) sore. Pertemuan krusial ini digelar di tengah kepanikan pasar modal usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol belasan persen akibat sentimen negatif dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sederet pejabat yang merapat ke Istana sekitar pukul 16.00 WIB di antaranya Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Gubernur BI Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Mayoritas pejabat irit bicara terkait rincian agenda rapat. Bahlil menduga rapat membahas isu ekonomi dan hilirisasi, sementara Ketua OJK mengaku telah membekali diri dengan data.

“Belum tahu, dipanggil aja… tapi saya udah siapin laporan semuanya nanti temen-temen setelah rapat baru nanti saya update,” ujar Friderica.

Pemanggilan ini tak lepas dari kondisi IHSG yang babak belur dua hari beruntun. Pada Jumat (16/10/2026), bursa saham RI ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,10—penurunan terdalam sejak krisis moneter 1998. Tren horor ini berlanjut pada sesi pertama Senin, di mana IHSG kembali amblas 5,05% hingga menyentuh level 4.923,26.

Rontoknya IHSG dipicu oleh wacana MSCI yang tengah mengkaji penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI menyoroti masalah transparansi kepemilikan, keterbukaan informasi, hingga dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Jika status ini resmi turun, manajer investasi global berpotensi menarik dananya besar-besaran dari Indonesia.

Sebagai langkah mitigasi darurat meredam volatilitas, Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung memberlakukan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7% mulai 19 Oktober hingga akhir tahun. OJK juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi, sementara BEI dijadwalkan segera meminta klarifikasi langsung dari pihak MSCI.

Kini, pelaku pasar menanti hasil konkret dari rapat darurat di Istana untuk mencegah berlanjutnya panic selling dan larinya modal asing dari Tanah Air.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.