JAKARTA — Usulan agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih pucuk pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memicu perbedaan suara di internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron, menyampaikan adanya dorongan kader agar Jokowi menjadi Ketua Umum, sementara petinggi lainnya dengan tegas menepis wacana tersebut.
Isu ini digulirkan Bro Ron usai menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (20/10/2026). Ia mengklaim membawa permohonan dari kader daerah yang tidak sabar melihat ayah dari Ketum PSI Kaesang Pangarep itu masuk ke jajaran inti partai.
“Ada yang menginginkan jadi ketua umum, ada yang menjadi pembina, semua kita tampung. Tidak ada yang kita tahan, tidak ada yang kita sembunyikan,” ujar Bro Ron.
Namun, pernyataan tersebut langsung diklarifikasi oleh Ketua DPP Bidang Politik PSI, Bestari Barus. Dihubungi secara terpisah pada Kamis (22/10/2026), Bestari menegaskan bahwa hingga saat ini partai tidak memiliki rencana untuk menjadikan Jokowi sebagai Ketua Umum.
Menurut Bestari, PSI saat ini justru tengah berfokus menjalankan instruksi Jokowi—yang sempat disampaikan di Bandung—guna merapikan struktur partai hingga tingkat akar rumput.
“Sampai hari ini konsentrasi PSI bukan untuk menjadikan Pak Jokowi Ketua Umum. Tapi lebih kepada melaksanakan perintah beliau untuk menyelesaikan struktur agar lolos verifikasi faktual,” tegasnya.
Bestari pun mengingatkan seluruh kader untuk solid membenahi mesin partai demi meloloskan PSI ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang, dengan tetap berada di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep serta dukungan penuh dari Jokowi.