Sabtu, Oktober 10, 2026

Korbankan Momen Emas, Ferry Irwandi Nekat Bahas Darurat Asap RI di Depan Petinggi Media Global, Bawa Pulang Solusi Ini!

NEW YORK — Niat awal ingin memperluas jaringan dan go international, konten kreator sekaligus aktivis Ferry Irwandi justru banting setir saat menginjakkan kaki di New York, Amerika Serikat. 

Di hadapan para petinggi media raksasa dunia sekelas BBC, The Guardian, hingga Bloomberg, Ferry nekat mengorbankan panggung pribadinya demi menyuarakan isu darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia!

Kesempatan emas ini bermula dari undangan YouTube enam bulan lalu, yang melirik kesuksesan Ferry dalam membangun kanal Malaka dan Trifellas. Namun, kabut asap yang mencekik Tanah Air membuat mantan pegawai Kementerian Keuangan ini tak bisa tutup mata dan merombak total agenda utamanya.

Melalui unggahannya di media sosial Threads pada Rabu (7/10/2026), Ferry membeberkan perubahan rencana tersebut secara gamblang. 

“6 Bulan yang lalu, Saya di undang ke New York untuk bertemu petinggi media internasional seperti bbc, the guardian,bloomberg dsb. Pihak youtube menganggap, formula saya membangun media, di channel saya, Malaka dan trifellas adalah sesuatu yang fresh dan layak untuk dibagikan secara global,” tulisnya.

Namun, nuraninya bergejolak melihat situasi di dalam negeri. “Awalnya, saya mempersiapkan event ini untuk networking, pitching dsb, kali-kali bisa go internasyienel gitu ya. Tapi apa yang terjadi sekarang, mengubah semuanya, akhirnya agenda utama saya adalah kebakaran hutan,” lanjut Ferry.

Gebrakan pria kelahiran Jambi ini rupanya tak sia-sia. Isu Karhutla mendapat atensi luar biasa dan respons positif dari audiens internasional. Tak sekadar curhat, Ferry juga berhasil mengantongi ‘oleh-oleh’ berharga berupa strategi mitigasi kelas dunia dari hasil diskusinya.

“Selain itu, dari teman-teman media lain, saya juga mendapatkan beberapa solusi penanganan, dari mulai pemanfaatan teknologi di California sampai regulasi di Spanyol,” tulis Ferry Irwandi.

Sepulang dari forum elite tersebut, pria berusia 34 tahun ini mengaku langsung ‘tancap gas’ membedah sistem canggih AlertCalifornia dan aturan ketat pelestarian Ley de Montes di Spanyol. 

Ia menaruh harapan besar agar pemerintah Indonesia mau membuka mata dan mengadaptasi pendekatan tersebut sesuai kebutuhan dalam negeri guna menanggulangi bencana tahunan ini.

Sepak terjang Ferry di ranah lingkungan memang bukan hal baru. Sebelumnya, bersama Andrew Kalaweit, ia sukses memotori gerakan patungan yang meraup dana miliaran rupiah dalam waktu singkat untuk perlindungan hutan Kalimantan. 

Meski sukses secara nominal, inisiatif ini tak lepas dari kritik tajam karena dinilai menggeser beban tanggung jawab dari negara dan korporasi ke pundak rakyat, serta perlunya menjamin hak masyarakat adat dalam konservasi.

Di tengah berbagai kritik tersebut, Ferry membuktikan bahwa komitmennya tak goyah. Baginya, menyelamatkan paru-paru dunia jauh lebih krusial dan mendesak untuk disuarakan ketimbang sekadar mengejar ambisi jejaring kariernya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.