Kediri – Masuk musim penghujan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono mengajak warga untuk berperan mencegah ancaman bencana banjir.
“Ini sudah musim penghujan, ayo kita bersama cegah banjir, ”
– Dhito Pramono
Masyarakat, lanjut Mas Dhito, diminta selalu peduli dengan lingkungan sekitar. Salah satu yang mudah dilakukan dan harus dibudayakan yakni, selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Jangan sampai saluran air tersumbat sampah, karena itu bisa menimbulkan luapan,”
– Dhito Pramono
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kediri telah melakukan pemetaan daerah yang memiliki ancaman bencana Hidrometeorologi. Daerah itu meliputi Kecamatan Grogol, Tarokan, Mojo, Semen, Kepung, Kandangan, Puncu, Plosoklaten, dan Ngancar.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Muhammad Saifudin Zuhri mengungkapkan, pada tahun 2021 curah hujan diprediksi meningkat antara 40-70 persen dari tahun sebelumnya akibat cuaca ekstrem La Nina.
Menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman bencana Hidrometeorologi yang diakibatkan BPBD melakukan mitigasi struktural dan non struktural. Bahkan, diakui 37 tim siaga bencana desa telah dibentuk di wilayah rawan bencana.
“Kita juga sudah punya 29 desa tangguh bencana,” bebernya.
Selain itu, disampaikan pula, normalisasi sungai dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Berkaca pada tahun sebelumnya, akibat hujan yang tinggi sungai tidak mampu menampung air sehingga terjadi luapan.
“Selain itu, biasanya sungai tersumbat sampah, ranting, belum lama ini kita juga bersama masyarakat melakukan pembersihan, ” pungkasnya.