Selasa, Mei 26, 2026

PDIP Sentil Menkeu Purbaya Soal Sebut Pertamina Malas “Jangan Sok Jago!”

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut PT Pertamina malas membangun kilang baru memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk politisi PDIP, Ferdinand Hutahaean.

Purbaya sebelumnya mengkritik Pertamina karena tidak merealisasikan pembangunan kilang meskipun sudah direncanakan sejak 2018.

Menurutnya, kelambanan itu membuat Indonesia terus bergantung pada impor BBM yang membebani APBN.

Namun, Ferdinand menilai ucapan tersebut tidak mempertimbangkan faktor global dan politik yang memengaruhi proyek kilang.

Ia menyebut pembangunan kilang bukan sekadar urusan uang, melainkan juga terkait dinamika geopolitik internasional.

Ferdinand mencontohkan proyek kilang Tuban di Jawa Timur yang digarap bersama perusahaan migas Rusia, Rosneft.

Meski sudah menelan biaya triliunan rupiah untuk pembebasan lahan, proyek itu mandek akibat embargo Amerika Serikat terhadap Rusia imbas perang Ukraina.

Menurut Ferdinand, situasi tersebut di luar kendali Pertamina maupun pemerintah Indonesia.

Ia menegaskan, tudingan “malas” tidak tepat karena ada faktor eksternal yang membuat proyek tidak berjalan.

Ferdinand juga mengingatkan Purbaya agar tidak meremehkan tantangan yang dihadapi BUMN energi nasional.

Ia menilai sikap meremehkan masalah hanya akan membuat seseorang terjatuh pada kesalahan besar di kemudian hari.

Sementara itu, Purbaya tetap bersikeras bahwa lambatnya pembangunan kilang harus menjadi perhatian serius.

Ia menilai, Pertamina terlalu berhati-hati dan menolak opsi kerja sama dengan investor China yang sempat ditawarkan pemerintah.

Purbaya juga mengungkapkan, Pertamina berdalih telah merencanakan tujuh proyek kilang baru, namun hingga kini tidak ada satu pun yang terealisasi.

Akibatnya, impor BBM terus meningkat, dan subsidi energi membengkak hingga lebih dari 10 juta kiloliter pada Agustus 2025.

Bagi Purbaya, masalah ini tidak bisa dibiarkan karena setiap tahun Indonesia harus mengeluarkan puluhan miliar dolar untuk impor solar dan diesel.

Ia menegaskan, tanpa percepatan pembangunan kilang baru, kemandirian energi Indonesia akan terus tertunda.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.