SOLO — Aktivitas Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), usai purnatugas kembali menjadi sorotan hangat publik di media sosial. Rencana awal yang kerap ia sampaikan untuk kembali ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, dan menjalani hidup tenang sebagai rakyat biasa kini ramai dipertanyakan oleh warganet.
Sorotan ini bermula dari tingginya intensitas kegiatan Jokowi belakangan ini yang dinilai masih sangat kental dengan manuver dan urusan politik. Alih-alih beristirahat dari hiruk-pikuk pemerintahan, ia tampak rajin berkeliling ke berbagai daerah, merespons isu-isu politik nasional seperti wacana ambang batas parlemen, hingga memberikan pandangan terkait persiapan kontestasi pemilu dan pilkada.
Fenomena ini memicu gelombang reaksi kritis dari netizen. Di berbagai platform media sosial, banyak warganet yang mengungkit kembali pernyataan lawas Jokowi jelang akhir masa jabatannya.
Kalimat “Katanya mau balik ke Solo jadi rakyat biasa?” bergema menjadi salah satu topik perbincangan utama. Publik mempertanyakan konsistensi antara pernyataan ingin beristirahat dari dunia politik dengan realitas di lapangan di mana tokoh tersebut masih aktif “sliweran” mengurusi dinamika politik nasional dan partai.
Di sisi lain, perdebatan ini menunjukkan masih kuatnya magnet politik seorang mantan kepala negara. Sebagian pengamat dan pendukung menilai wajar jika figur sekelas mantan presiden masih memiliki pengaruh besar dan pandangannya terus dibutuhkan oleh partai maupun tokoh politik lainnya.
Namun, bagi sebagian warganet, tingginya mobilitas politik pasca-lengser ini dianggap tidak sejalan dengan komitmen awal untuk menepi dari panggung kekuasaan.