Sabtu, Juli 25, 2026

Respons Cepat Pemkab Blora, Evaluasi Total Program MBG Pasca Keracunan Siswa

Pemerintah Kabupaten Blora bergerak cepat merespons kasus dugaan keracunan makanan massal yang dialami ratusan siswa di beberapa sekolah. Insiden tersebut langsung menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG, Sri Setyorini, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Ia memastikan bahwa dapur MBG milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait kasus ini sudah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk SPPG bersangkutan dihentikan sementara. Per tanggal 28 November, sampai hasil dinyatakan lab keluar,” tegas Sri Setyorini.

Satgas MBG telah melakukan rapat koordinasi untuk merumuskan langkah strategis pasca-insiden. Wabup menegaskan bahwa meski terjadi musibah, program MBG tetap dibutuhkan siswa sebagai dukungan pemenuhan gizi, dan harus terus berjalan dengan pengawasan lebih ketat.

Setelah meninjau langsung kondisi korban di Rumah Sakit DKT Blora, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan program harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

“Setelah berkunjung ke DKT, saya melihat bahwa MBG ini diinginkan untuk berlanjut oleh siswa yang memang membutuhkan. Namun, setiap ada laporan berkaitan dengan MBG, kami selaku satgas selalu kami evaluasi, kemudian tindaklanjuti ke provinsi,” ujar Sri Setyorini.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan dan memastikan langkah tegas telah diambil terhadap penyedia layanan.

“Kami berterima kasih dari DKK yang langsung bergerak atas kejadian kemarin. Kami bersama tim satgas sudah melakukan investigasi lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Nur Betsia Bertawati, menyampaikan perkembangan data korban serta proses penyelidikan epidemiologi.

“Diduga keracunan makanan tercatat 122 kasus, di mana 117 kasus ditangani rawat jalan dan 5 kasus memerlukan rawat inap. Saat ini, yang masih dirawat inap ada 2 pasien di RS. DKT dan 1 pasien di RSUD dr. Soetijono Blora,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tim Dinkes sudah turun langsung melakukan investigasi dan pengambilan sampel makanan.

“Dinkes sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, sudah kunjungan ke SPPG. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan sampel ke Labkes ke Semarang, untuk hasil sekitar 1 Minggu,” tutupnya.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil laboratorium mikrobiologi yang akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti kasus ini.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.