SOLO — Dinamika pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu pergerakan barisan pendukungnya. Kelompok Relawan Militan Gibran 08 Nusantara secara khusus menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Senin (12/10/2026).
Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut digelar untuk membedah proses persidangan di MK sekaligus menganalisis peta dampak politik ke depan. Menurut Andi, Jokowi menyambut hangat laporan tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang ditempuh oleh para relawan.
“Beliau juga memberikan masukan kita. Jadi intinya perjuangan kita ini beliau men-support betul. Beliau berterima kasih juga bahwasanya kita bisa masuk sebagai pihak terkait,” ungkap Andi usai pertemuan.
Selain membahas arahan Jokowi, Andi juga mengklarifikasi akar polemik ketiadaan ijazah SMA milik Gibran. Ia membenarkan bahwa Gibran memang tidak memiliki ijazah SMA konvensional karena menempuh jalur pendidikan lintas negara (pathway). Sebagai gantinya, Gibran mengantongi sertifikat Advanced Diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang setara dengan A-Level atau tamatan SMA kelas 12.
Guna menyudahi polemik yang terus digulirkan oleh sejumlah pihak, Andi memastikan bahwa Wapres Gibran tidak akan tinggal diam dan bersiap menunjukkan bukti otentik pendidikannya secara langsung ke hadapan publik dalam waktu dekat.
“Mas Gibran mengatakan tidak mungkin lulus S1 tanpa mendapatkan sertifikat setara A-Level atau Advanced Diploma itu. Jadi itu akan diperlihatkan nantinya oleh Mas Gibran secepatnya. Tunggu tanggal mainnya,” pungkas Andi.