Sebuah video yang beredar luas di media sosial bikin banyak orang terharu sekaligus tertampar. Ratusan warga di Kalimantan Timur bergotong royong menebarkan benih pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan. Bukan acara seremonial, bukan pula proyek bermodal besar. Warga turun langsung ke lapangan, menyebar benih dengan tangan mereka sendiri.
Pemandangan di lokasi jauh dari kata indah. Lahan yang mereka pijak dipenuhi batang-batang kayu kering sisa kebakaran, hamparan bekas hutan yang hangus dan gersang. Di tempat seperti inilah warga memilih bergerak, menanam harapan di tanah yang baru saja dilalap api.
Tujuan aksi ini jelas dan tegas. Warga ingin menghijaukan kembali kawasan yang terbakar itu sebelum terlambat. Mereka tidak mau lahan kosong bekas karhutla itu dibiarkan begitu saja, karena lahan terlantar seperti ini rawan beralih fungsi dan pelan-pelan berubah wajah.
Kekhawatiran terbesar warga adalah satu, alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Begitu lahan bekas terbakar jatuh ke tangan perkebunan, hutan yang dulu berdiri di sana nyaris mustahil kembali. Karena itu benih-benih pohon asli ditebar sekarang, sebagai cara warga mengunci masa depan lahannya sendiri.
Aksi ini viral bukan tanpa sebab. Karhutla sedang jadi sorotan nasional, apalagi setelah Kapolri mengumumkan penetapan 11 korporasi sebagai tersangka dalang kebakaran hutan dan lahan, dengan total lahan terbakar tahun ini mencapai 677 ribu hektare dan ratusan ribu warga terpapar ISPA.
Di tengah kabar penindakan yang berlarut-larut, pemandangan warga biasa yang memilih memulihkan lahannya sendiri terasa seperti tamparan halus buat banyak pihak.
Warganet pun ramai mengomentari video ini. Banyak yang terharu dan memuji inisiatif warga yang tidak menunggu bantuan datang, ada pula yang menyindir pihak-pihak yang selama ini hanya sibuk saling tunjuk soal penyebab kebakaran tapi lambat bicara pemulihan. Tidak sedikit yang berharap gerakan seperti ini ditiru daerah lain yang lahannya ikut terbakar.
Sampai berita ini ditulis, video aksi gotong royong warga Kaltim ini masih terus dibagikan dan mengundang komentar. Benih sudah ditebar, sekarang tinggal menunggu siapa yang mau ikut menjaga. Warga sudah memberi contoh, sisanya tinggal kemauan pihak-pihak yang punya kuasa jauh lebih besar.