Upacara pemakaman dan pemberangkatan jenazah Walikota Surakarta periode 1995-2000 Kolonel Infanteri Purnawirawan Imam Soetopo dilakukan di Pendhapi Gede Sala pada Selasa (12/07/2022) dengan menggunakan upacara militer.
Walikota Surakarta yang menjabat pada era reformasi tersebut dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas. Sebagai seorang purnawirawan TNI dengan pangkat Kolonel, Imam Soetopo merupakan sosok yang disiplin, berwibawa dan berani. Banyak sekali ide-ide kreatif dari sosok Imam Soetopo yang masih diterapkan hingga saat ini seperti kegiatan jum’at bersih.
Imam Soetopo memimpin Kota Solo saat stabilitas keamanan dan ekonomi terguncang ditahun 1998. Dimasa periodenya, sempat terjadi kerusuhan yaitu kerusuhan Mei 1998 dan kerusuhan pada pemilihan presiden ditahun 1999, dimana pada saat itu pusat pemerintahan Kota Solo gedung DPRD dan Balaikota hangus terbakar akibat kerusuhan yang terjadi.
Upacara militer yang dilaksanakan di Balaikota Surakarta tersebut dihadiri oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang sekaligus menjadi inspektur upacara dan juga sekalian menyerahkan dokumen Belasungkawa Kirim Akta Kematian (Besuk Kiamat) yaitu dokumen dalam program penerbitan akta kematian bagi warga yang meninggal dunia dalam waktu 1×24 jam.
Gibran dalam sambutan inspektur upacara menyampaikan bahwa ia mewakili pemerintah kota Surakarta menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.
“Kami mewakili pemerintah kota surakarta menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Seluruh masyarakat Kota Surakarta merasa kehilangan salah satu tokoh yang besar jasanya untuk kota yang kita cintai.
Beliau dikenal sebagai tokoh pemimpin yang tegas, pintar, dan memiliki kepribadian yang baik, untuk itu pada kesempatan kali ini izinkan kami menyampaikan rasa terimakasih dan jasa penghargaan yang setinggi-tingginya kepada almarhum dan kepada keluarga besar almarhum” ujarnya.
Walikota Surakarta Ke-14 tersebut meninggal pada Senin, 11 juli 2022 di RS Kasih Ibu Solo pukul 09.28 WIB dengan meninggalkan seorang istri bernama Siswardinah, empat orang anak, empat menantu, serta delapan cucu. Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka, Jl. K.S Tubun no 2, Manahan Solo, dan akan dimakamkan pada hari Selasa, 12 Juli 2022 di Pasarean Astana Utara/Pasarean Nayu Banjarsari.