Senin, Mei 25, 2026

2 Bulan Jadi Prajurit, Prada Lucky Tewas Diduga Disiksa Senior

Seorang prajurit TNI AD yang baru dua bulan bertugas, Prada Lucky Cepril Saputra Namo, meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh seniornya di asrama Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM), Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lucky mengembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8) pukul 10.30 WITA setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD Aeramo, Nagekeo. Ia memulai pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secatam) TNI AD Singaraja, Bali pada Februari 2025, dilantik pada akhir Mei, dan ditempatkan di Yon TP 834/WM pada Juni 2025. “Dia baru dua bulan jadi tentara, selesai pendidikan bulan Mei, lalu Juni ditempatkan di sana,” kata paman korban, Rafael David.

Ayah korban, Serma Kristian Namo, tak kuasa menahan amarah dan menuntut para pelaku dihukum mati.

“Saya tuntut keadilan, kalau bisa semua dihukum mati biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain. Anak tentara saja dibunuh, apalagi yang lain,” ujarnya di RS Wirasakti, Kupang.

Sementara ibu korban, Sepriana Paulina Mirpey, menolak menerima kematian anaknya yang ia sebut sia-sia. “Kalau mati di medan perang saya terima. Ini mati sia-sia di tangan senior,” ucapnya pilu.

Sepriana mengungkapkan, putranya sempat bercerita kepada ibu angkatnya bahwa ia dicambuk oleh senior. Dalam kondisi tubuh penuh luka lebam di tangan, kaki, dan punggung, Lucky sempat melarikan diri ke rumah ibu angkatnya untuk mendapat pertolongan. Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, membenarkan adanya lebam di tubuh korban. Rafael menyebut ada tanda-tanda kekerasan berupa luka lebam, sayatan, dan benturan.

POM TNI telah menangkap empat prajurit yang diduga menganiaya Lucky, yakni Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR. Mereka kini ditahan di Subdenpom IX/1-1 di Ende.

“Sudah ada yang diamankan oleh POM, terindikasi kuat melakukan penganiayaan hingga korban mengalami trauma berat saat masuk ICU,” ujar Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, “Pemeriksaan kepada yang bersangkutan akan dilanjutkan sebagai tersangka untuk diketahui peran masing-masing sehingga nantinya dapat ditentukan pasal yang akan dikenakan termasuk tahapan-tahapan lanjutannya.” Selain empat tersangka, 16 prajurit lainnya diperiksa dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka.

Pangdam IX/Udayana memerintahkan agar kasus ini diproses secara transparan dan memantau langsung penanganannya. Pemakaman Lucky di TPU Kapadala, Kupang, Sabtu (9/8), dihadiri ribuan pelayat. Upacara dilakukan secara militer. Kakak korban, Lusi Namo, menegaskan, “Berharap pelaku jangan dilindungi, mau dia pangkat tinggi atau apa saja.”

Kasus ini juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan jajaran TNI untuk melatih prajurit dengan keras namun tanpa kekejaman, serta memperlakukan mereka seperti anak kandung.

“Saya titip, jaga pasukanmu sebaik-baiknya. Anak buahmu adalah bagaikan anak kandungmu sendiri. Latih mereka dengan keras, tetapi tidak dengan kekejaman,” ujarnya di Pusdiklatpassus Kopassus TNI AD, Batujajar, Jawa Barat.

Saat ini, penyidik Puspom TNI masih mendalami peran masing-masing tersangka untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Prada Lucky.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.