Sabtu, Juni 13, 2026

Mager Bisa Picu Kanker, Ini Penjelasan Dokter

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kebiasaan malas gerak (mager) ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk kanker kolorektal (KKR). Dr. Ikhwan Rinaldi, Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari FKUI-RSCM, menjelaskan bahwa meskipun perkembangan kanker membutuhkan waktu bertahun-tahun, gaya hidup yang kurang aktif dapat memicu munculnya kanker kolorektal, terutama di usia muda.

“Kanker berkembang dalam jangka panjang. Di Indonesia, kita sudah melihat kasus di usia muda, dan ini mungkin terkait dengan gaya hidup. Aktivitas fisik yang rendah bisa memunculkan risiko kanker kolorektal, walaupun kontribusinya tidak dominan,” kata Dr. Ikhwan, dikutip dari Antara News.

Risiko Kanker Kolorektal Akibat Gaya Hidup Buruk

Selain mager, kebiasaan buruk lain yang turut berkontribusi pada munculnya kanker kolorektal adalah pola makan yang tidak sehat. Konsumsi berlebihan daging merah yang diolah, kurangnya asupan serat dari buah dan sayuran, serta kebiasaan makan makanan berpengawet, semuanya dapat meningkatkan risiko terkena kanker ini. Selain itu, merokok dan obesitas juga termasuk faktor yang memperparah risiko.

Para pakar kesehatan merekomendasikan agar melakukan aktivitas fisik ringan selama 30 menit hampir setiap hari untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko kanker kolorektal. Pola makan sehat dengan mengutamakan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, serta mengurangi konsumsi daging olahan dan minuman manis juga sangat disarankan.

Faktor Risiko dan Gejala Kanker Kolorektal

Menurut American Cancer Society (ACS), kanker kolorektal dimulai di usus besar atau rektum. Faktor risiko kanker kolorektal dapat dibagi menjadi dua kategori: yang dapat diubah dan yang tidak.

Faktor Risiko yang Dapat Diubah:

  1. Menjaga berat badan ideal.
  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  3. Pola makan sehat yang mencakup buah, sayur, dan biji-bijian.
  4. Berhenti merokok.
  5. Menghindari konsumsi alkohol.

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah:

  1. Usia.
  2. Riwayat pribadi polip atau kanker kolorektal.
  3. Riwayat penyakit radang usus.
  4. Riwayat keluarga yang memiliki kanker kolorektal atau polip adenomatosa.

Gejala kanker kolorektal bisa tidak terlihat secara langsung, namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah perubahan kebiasaan buang air besar, pendarahan rektal, kram atau nyeri perut, dan penurunan berat badan yang tidak diinginkan.

Pengobatan Kanker Kolorektal

Pilihan pengobatan untuk kanker kolorektal tergantung pada ukuran, lokasi, dan stadium kanker. Beberapa metode yang umum digunakan untuk mengatasi kanker ini meliputi:

  1. Operasi: untuk mengangkat bagian usus yang terkena kanker.
  2. Kemoterapi: obat untuk membunuh sel kanker.
  3. Radioterapi: menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker.

Baik kemoterapi maupun radioterapi sering diberikan setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan kanker kambuh. Pencegahan dengan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menurunkan risiko kanker kolorektal ini. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.