Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito meminta seluruh camat dan kepala puskesmas memperkuat koordinasi dalam menjalankan program prioritas di sektor kesehatan. Salah satu langkah yang diinstruksikan adalah pembentukan Satgas Kesehatan di setiap kecamatan.
Arahan tersebut disampaikan untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan di Kabupaten Kediri, mulai dari stunting, tuberkulosis (TBC), demam berdarah (DBD), hingga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya minta untuk dibentuk satgas di tiap kecamatan, tidak hanya bicara stunting, tapi juga TBC dan demam berdarah,” kata Mas Dhito usai memberikan arahan di Kantor Pemkab Kediri, Senin (3/8).
Mas Dhito menegaskan setiap kecamatan harus memiliki data kesehatan yang akurat dan terus diperbarui. Ia mencontohkan angka stunting di Kabupaten Kediri yang turun dari 8,07 persen pada Agustus 2025 menjadi 7,54 persen pada Bulan Timbang Februari 2026.
Menurutnya, camat harus memahami kondisi tersebut secara rinci agar penanganannya lebih tepat sasaran.
Selain itu, ia meminta puskesmas rutin melakukan pemeriksaan kesehatan lansia, terutama bagi warga yang belum tersentuh layanan kesehatan. Untuk penanganan TBC dan DBD, Mas Dhito juga menginstruksikan peningkatan kegiatan pelacakan (tracing) guna menekan penyebaran penyakit.
Di akhir arahannya, Mas Dhito menekankan pentingnya sinergi antara camat dan kepala puskesmas agar seluruh program kesehatan dapat berjalan optimal.
“Camat sama Kepala Puskesmas komunikasinya harus harmonis, saling koreksi boleh karena ini urusan kesehatan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap pembentukan satgas di tingkat kecamatan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan sekaligus memastikan seluruh program prioritas berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.