Senin, September 21, 2026

Ngakunya Pensiun dari Politik, Tapi Gerak-gerik Jokowi di Balik Wacana Gibran 2029 Bikin Publik Bertanya-tanya!

JAKARTA – Pemilu 2029 memang masih tiga tahun lagi, tetapi nama-nama yang berpotensi masuk dalam bursa pasangan calon mulai bermunculan. Program Bocor Alus Politik Tempo mengungkap salah satu opsi yang disebut tengah diperbincangkan adalah memasangkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Tempo melalui akun resminya menyebut nama Dedi Mulyadi muncul sebagai salah satu opsi pendamping Gibran dalam Pemilu 2029. Wacana tersebut juga dikaitkan dengan pertemuan para relawan Jokowi di kawasan Kuningan, Jakarta.

Nama Dedi dinilai menarik dalam skenario tersebut karena memiliki tingkat popularitas yang cukup kuat.

Sebelumnya, sejumlah hasil survei juga menunjukkan nama Dedi Mulyadi mulai menonjol dalam bursa kandidat menuju 2029. Tirto, misalnya, mencatat survei Tempo dan SMRC pada Agustus 2026 menunjukkan elektabilitas Dedi berada di posisi teratas dalam pengukuran yang mereka bahas.

Selain opsi Gibran-Dedi, muncul pula pembicaraan mengenai kemungkinan pasangan Gibran dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Wacana ini menghadirkan kombinasi dua figur dengan latar belakang berbeda. Gibran merepresentasikan jalur sipil dan keluarga Presiden Joko Widodo, sedangkan AHY memiliki latar belakang militer sekaligus merupakan putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Dua nama tersebut juga membawa faktor politik keluarga masing-masing. Di belakang Gibran terdapat Jokowi, sementara AHY merupakan bagian dari keluarga politik SBY. Karena itu, pembicaraan mengenai Pilpres 2029 tidak hanya menyentuh figur yang berada di depan panggung, tetapi juga pengaruh tokoh-tokoh senior di belakangnya.

Wacana tersebut sekaligus kembali menyoroti aktivitas Jokowi setelah menyelesaikan dua periode sebagai presiden. Sebelumnya, Jokowi beberapa kali menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi berada dalam posisi untuk mengejar jabatan politik setelah menyelesaikan masa kepresidenannya.

Namun, aktivitas politik Jokowi belakangan tetap menjadi perhatian. Ia secara terbuka menyatakan dukungan kepada PSI dan bahkan menyatakan kesiapannya membantu partai tersebut. Sejumlah pengamat juga mengaitkan aktivitas politik Jokowi dengan dinamika menuju Pemilu 2029, meski arah koalisi dan pasangan calon masih belum pasti.

Dalam konteks itu, kemunculan nama Dedi Mulyadi sebagai opsi pendamping Gibran memperlihatkan bahwa pembicaraan menuju 2029 mulai berkembang jauh sebelum tahapan pencalonan resmi. Namun, sejauh ini wacana tersebut masih berupa opsi politik yang dibicarakan di kalangan relawan dan belum menjadi keputusan resmi pasangan calon.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa yang akan berdampingan dengan Gibran pada 2029, tetapi juga seberapa besar peran Jokowi dalam menentukan arah politik putranya. Dengan nama Dedi Mulyadi dan AHY mulai disebut dalam berbagai skenario, peta politik menuju 2029 masih sangat terbuka dan dapat berubah mengikuti perkembangan koalisi serta dinamika partai politik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.