MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Mantan anggora DPR RI, Ganjar Pranowo mendorong Komisi II DPR RI untuk memanggil Mendagri terkait dugaan pengerahan kades dalam Pilgub Jateng.
Mobilisasi kades semakin marak ahir-akhir ini. Para kades yang seharusnya netral tapi dijadikan alat untuk memenangkan paslon tertentu.
“Kita dorong agar Komisi II segera memanggil Mendagri, minta klarifikasi, minta penjelasan terhadap imparsialitas dari para kades,” ucap Ganjar usai rapat internal PDIP di Panti Marhaen, Semarang, Jumat (25/10/2024).
Ketua DPP PDIP ini memandang masalah mobilisasi kades harus segera diselesaikan demi menjaga muruah demokrasi.
“Nanti kalau tidak (diselesaikan), nilai demokrasi kita pasti akan menurun dan itu menjadi cerita umum di publik ya. sekarang terjadi hal yang seperti itu,” ungkap Ganjar.
Tim hukum paslon gubernur nomor urut 01 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) secara lantang berani menyatakan bahwa mobilisasi kades dilakukan oleh kubu paslon nomor urut 02 Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.
Perwakilan tim hukum Andika-Hendi, John Richard Latuihamallo, mengklaim mempunyai bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pertemuan para kades untuk suksesi pemenangan Luthfi-Yasin.
Setidaknya ada tiga lokus acara pertemuan yang diduga bagian dari strategi kotor paslon memanfaatkan kades yang memiliki posisi strategis di desanya.
Pada Kamis (17/10/2024) terdapat kurang lebih 200 kades dari Kabupaten Kendal yang menggelar pertemuan di Graha Padma, Kota Semarang. dalam Paguyuban Kepala Desa (PKD) itu bubar lebih awal saat digerebek Bawaslu.
Sepekan setelahnya, pada Selasa (22/10/2024) dugaan mobilisasi kades terjadi di tempat lain. Puluhan kades dari Kabupaten Pemalang dan Tegal melakukan pertemuan di Hotel Grand Dian, Kabupaten Pekalongan.
Terbaru pada Rabu (23/10/2024) malam, sekitar 90 kades dari berbagai kabupaten/kota di Jateng mengikuti pertemuan secara tertutup di Gumaya Tower Hotel, Kota Semarang. (*)