Rabu, Mei 27, 2026

Prabowo Instruksikan Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan tanggap darurat sejak hari pertama bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menko PMK Pratikno mengatakan seluruh unsur pemerintah langsung bergerak cepat.

“Jadi sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami Tim BNPB langsung bergerak dibantu TNI-Polri, Pemda aktif, dan untuk tanggap darurat itu tenda-tenda pengungsian terus makanan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim,” ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma.

Atas arahan langsung Presiden, bantuan mendesak kembali dikirim, termasuk alat komunikasi, perahu karet, dan genset untuk mendukung efisiensi operasi. Tim PU juga diterjunkan untuk membuka akses wilayah yang terputus akibat longsor. Pemerintah mengaktifkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan karena bencana dipicu siklon tropis senyar. Pratikno menyebut kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi siklon tropis koto.

“Kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia,” ujarnya.

TNI AL turut mengerahkan enam kapal KRI Soeharso-990, KRI Semarang-594, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Celukan Bawang-532, dan KRI Brawijaya-320 untuk logistik, evakuasi, penanganan medis, serta pengiriman bantuan. Empat helikopter Puspenerbal dan prajurit Kopaska serta Batalyon Kesehatan Marinir juga diterjunkan.

“Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kebutuhan evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan medis,” ujar Kadispenal Laksma Tunggul.

Sebelumnya, ketiga provinsi telah menetapkan status darurat bencana sehingga pemerintah bisa mengerahkan seluruh sumber daya. Kemendagri menginstruksikan pemda menggeser anggaran untuk penanganan bencana.

“Ini adalah masalah kemanusiaan yang harus kita selesaikan secepat-cepatnya,” kata Pratikno. Pemerintah juga mulai menyiapkan tahap pemulihan agar infrastruktur segera berfungsi kembali.

Sementara itu, BNPB memastikan pesawat kargo yang membawa bantuan logistik telah tiba di Sumut dan Sumbar. Di Bandara Silangit, bantuan langsung didistribusikan ke wilayah terdampak. Bantuan dari Presiden turut mendarat di Bandara Minangkabau dan segera dibongkar untuk pendistribusian via jalur darat dan udara.

“Bantuan pesawat BNPB untuk Sumatera Utara, dan secara paralel untuk Sumatera Barat, bantuan dari Presiden RI sudah tiba di Bandara Minangkabau,” kata Suharyanto.

Untuk Kota Sibolga, logistik yang disalurkan meliputi 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, satu tenda pengungsi, 100 matras, 20 velbed, 100 selimut, satu pompa alcon 6 HP, satu genset, dan satu perahu polietilen. Bantuan serupa dikirim ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal. Tapanuli Utara menerima paket sembako dan peralatan pengungsian dengan rincian sama, begitu pula Kota Gunung Sitoli dan Nias Selatan.

Suharyanto bersama tim juga meninjau wilayah terdampak menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNG, meliputi Sibolga, Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Sebelumnya rombongan sempat tertahan karena akses banyak terputus akibat longsor. Dari udara, terlihat kerusakan masif di berbagai daerah. Setelah mendarat di Bandara Pinangsori, BNPB menyalurkan bantuan langsung kepada warga.

“BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegas Suharyanto.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.