Selasa, Mei 26, 2026

Kenduri Desa Meriahkan Hari Desa 2026, Bupati Blora Ungkap Kebijakan Penting

Suasana kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Kenduri Desa dalam rangka Peringatan Hari Desa 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Blora di Alun-alun Blora, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., dalam suasana khidmat sebagai ungkapan syukur atas penetapan Hari Desa secara nasional.

Ketua APDESI Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto, menyampaikan bahwa Kenduri Desa dengan tema “Kenduri Desa Nasional dalam Rangka Hari Desa” merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Jawa Tengah, yang puncaknya akan digelar pada 15 Januari 2026 di Kabupaten Boyolali, dengan Kabupaten Blora turut berpartisipasi.

“Kami mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, BPD, dan lembaga desa untuk terus membangun desa sesuai dengan arahan dan perintah Presiden Prabowo. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas Hari Desa yang telah ditetapkan secara nasional,” ungkap Agung Heri Susanto.

Kegiatan juga diisi pembacaan “Puisi Harapan Desa” oleh perwakilan kepala desa dan dilanjutkan oleh Agung Heri Susanto sebagai refleksi harapan bagi masa depan desa di Kabupaten Blora.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa atas dedikasi dan pengabdian dalam membangun daerah.

“Terima kasih kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Blora atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa THR bagi kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa tetap diberikan sesuai Siltap desa tanpa pengurangan. Ia juga menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan TKD.

“Ini merupakan bentuk pelaksanaan efisiensi anggaran sesuai dengan perintah Presiden, sehingga dalam rapat tidak lagi disediakan konsumsi, kecuali air putih,” jelasnya.

Terkait program nasional, Bupati meminta dukungan desa terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Di Blora, bahan baku MBG akan disuplai melalui koperasi desa dengan melibatkan PKK serta TPS3R agar memiliki nilai ekonomi.

Bupati juga menyampaikan keberlanjutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang pada 2026 akan bekerja sama dengan UNNES dengan kuota 250 peserta dan subsidi biaya 30 persen.

“Dengan program ini, kami berharap kualitas SDM kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Blora dapat terus meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Kabupaten Blora mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan perkebunan organik dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatra.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDTT, Dr. H. Tabrani, M.Pd., menyebut Kenduri Desa sebagai momentum positif pembangunan desa.

“Membangun desa harus dimulai dari bawah untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi desa tematik organik di Blora serta menyebut telah ada 191 koperasi desa Merah Putih dalam proses pembangunan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pada akhir kegiatan, sejumlah desa menerima penghargaan atas peningkatan Indeks Prestasi Pembangunan Desa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.