Senin, Mei 25, 2026

Padi Organik Antar Bupati Blora Raih Penghargaan Bergengsi dari Kementerian Desa

Komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendorong ketahanan pangan berbasis pertanian ramah lingkungan kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menerima penghargaan sebagai kepala daerah inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan padi organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Kamis (15/1/2026). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung RI Prof. Dr. Reda Manthovani bersama Menteri Desa Yandri Susanto. Acara diawali dengan pelepasan merpati sebagai simbol Deklarasi Boyolali.

Dalam sambutannya, Yandri Susanto mengajak seluruh pihak bersatu membangun desa sesuai Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan 12 Aksi Bangun Desa, serta target pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna mendorong kebangkitan ekonomi desa dan pemerataan nasional.

“Jumlah desa di Indonesia ada 75.266, ini tidak mungkin dikerjakan oleh hanya satu kementerian, satu lembaga atau satu sektor saja. Maka, saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo tumbuhkan dan bangkitkan energi positif. Hilangkan praduga yang tidak bermutu di tengah masyarakat. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju,” ujar Yandri.

“Ini negeri kita yang sangat subur, sangat makmur, luar biasa. Tapi bilamana kita tidak bersatu, tidak kompak, tidak guyub, hati-hati. Untuk itu, mari kita jadikan Hari Desa Nasional untuk sama-sama menyatukan energi kita,” lanjutnya.

“Kita punya 12 aksi bangun desa. Insyaallah jika aksi ini berjalan lancar maka Indonesia Emas 2024 akan kita nikmati untuk anak cucu kita,” paparnya.

“Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang,” ucapnya.

“Kita akan ciptakan supaya ekonomi desa bangkit dna tumbuh. Ini merupakan salah satu astacita Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Membangun desa sejatinya membangun Indonesia. Landasan besar itu harus kita sematkan,” katanya.

Bupati Arief Rohman menyatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian organik.

“Ya tentunya ini memacu kita untuk terus memberikan pengabdian kepada masyarakat terlebih disektor pertanian organik,” ucapnya.

Pemkab Blora berkomitmen mendorong desa-desa berinovasi dalam pengembangan pertanian organik, termasuk penyediaan lahan percontohan dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

“Ini ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh, nanti kami minta desa-desa yang lainnya, untuk menyiapkan bengkoknya, percontohan sekitar 1 Hektare per desa, untuk kita olah menjadi produk organik,” ungkapnya.

“Ini mohon dukungan dari Bapak Ibu kepala desa, agar kita menjadi daerah yang memang cinta terhadap lingkungan, dan pelestarian pertanian yang berbasis organik ini,” pungkasnya.

Selain itu, Desa Geneng Kecamatan Jepon juga meraih penghargaan inovasi desa ramah perempuan, peduli anak, dan pendidikan.

“Tentunya ini juga memacu kita untuk terus memajukan segala sektor dari Desa,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Agung Heri Susanto, menyampaikan bahwa desanya telah mengembangkan pertanian organik seluas 42 hektare, dengan 18 hektare telah bersertifikat.

“Alhamdulillah ini kami menerima penghargaan Desa inovatif Tematik pertanian organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, harapannya ini tentu menjadi pelecut semangat agar desa desa di blora khususnya bisa lebih mengembangkan pertanian organik hingga bisa menjadi ekspor,” ucapnya.

“Setiap tahun kami dorong akan terus bertambah dalam sertifikat ini. Tentunya kami juga minta dukungan dari pemerintah daerah pemerintah provinsi maupun pusat agar pertanian organik ini terus bisa dikembangkan,” terangnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.