Di tengah dinamika ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menggagas sebuah langkah konkret dengan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja di pasar tradisional.
Ajakan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan langsung melalui aksi belanja bersama di Pasar Sido Makmur usai kegiatan senam pagi yang diikuti Sekda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, para kepala OPD, dan ASN.
“Gerakan ini sebagai wujud dukungan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan bangkitnya perputaran ekonomi di pasar tradisional dan sekaligus menumbuhkan kepekaan para ASN dalam semangat berbagi dan membangun solidaritas.”, Tegas Gus Arief.
Sekda Blora Komang Gede Irawadi, S.E., M.Si., menambahkan bahwa gerakan ini juga merupakan bentuk rasa syukur ASN karena TPP di Kabupaten Blora tidak mengalami pemotongan di tengah kebijakan efisiensi.
“Gerakan belanja ke pasar tradisional sebagai bentuk rasa syukur para ASN di tengah kebijakan efisiensi dan kondisi ekonomi daerah tidak pasti TPP para ASN di Kabupaten Blora tidak mengalami pemotongan. Sementara di Kabupaten lain banyak yang dipotong.”
Apresiasi datang dari Ir. H. Bambang Sulistya, M.M.A., Ketua PWRI Kabupaten Blora, yang berharap imbauan ini juga diikuti para purna tugas ASN.
“Saya juga sangat berharap kepada para purna tugas PNS/ASN di Bumi Blora Mustika khususnya yang bergabung dalam PWRI dapat melaksanakan imbauan Bupati Blora berbelanja ke pasar tradisional,” ungkapnya.
Menurutnya, manfaat berbelanja di pasar tradisional tidak hanya dirasakan pedagang kecil, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan kecintaan terhadap produk lokal.
“Karena manfaatnya selain bisa dirasakan oleh para pedagang kecil juga sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial dan mencintai produk lokal daerah yang masih bersifat alami.”
Bambang Sulistya mengaku rutin berbelanja di Pasar Sido Makmur sejak diresmikan dan menjadikannya sebagai pengamalan akronim SOLEH.
“Saya sendiri sejak pasar Sido Makmur diresmikan pada 5 Januari 2019 setiap minggu dua kali pada hari Selasa dan Jumat sering datang ke Pasar Sido Makmur dari rumah ke pasar naik sepeda onthel. Saya punya piyandel atau keyakinan bahwa pergi ke pasar tradisional juga bisa dijadikan tren untuk mengamalkan akronim SOLEH,” katanya.
Ia menjelaskan makna SOLEH, salah satunya dengan bersedekah langsung kepada pedagang kecil.
“S : Sedekah secara langsung kepada para pedagang kecil dengan cara ketika membeli barang tidak pernah menawar barang tersebut kepada pedagang kecil.”
Ia juga mengungkapkan kebiasaannya membeli pisang dan ikan wader kali.
“Setiap ke pasar Sido Makmur saya selalu membeli buah pisang dan ikan wader kali. Karena kedua jenis komoditas itu sangat bermanfaat bagi kesehatan,” terangnya.
Huruf lainnya dalam SOLEH dimaknai sebagai olahraga sambil rekreasi, silaturahmi, menghilangkan prasangka buruk terhadap pasar tradisional, serta menghadirkan semangat kekeluargaan.
“H : Hadirkan pada diri sendiri semangat kekeluargaan, kegembiraan dan kepedulian setiap datang ke pasar tradisional.”
Ia meyakini kebiasaan tersebut membawa keberkahan.
“Karena akan membuahkan rezeki yang tidak terduga yang sulit diterima oleh logika atau akal sehat,” ujarnya.
Imbauan Bupati Blora ini diharapkan dapat diikuti ASN aktif maupun purna tugas sebagai upaya membantu pedagang kecil sekaligus mengamalkan nilai SOLEH dalam kehidupan sehari-hari.