Jumat, Juli 24, 2026

Mahasiswa Kepung Jakarta Beberapa Hari Demi Sampaikan Aspirasi, Tapi Surat Kabar dan Televisi Sepi, Kenapa?

Jakarta kembali menjadi panggung demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir. Aksi demi aksi digelar di sejumlah titik dengan membawa berbagai tuntutan terkait penegakan hukum, kebijakan pemerintah hingga persoalan ekonomi. Bahkan, hari ini kembali dijadwalkan aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di Ibu Kota. Aparat kepolisian pun telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan untuk mengantisipasi besarnya massa aksi.

Namun, di tengah rangkaian demonstrasi yang terus berlangsung, muncul pertanyaan di ruang publik. Mengapa aksi-aksi yang melibatkan ribuan mahasiswa itu terasa tidak banyak menghiasi halaman depan surat kabar maupun menjadi sorotan utama televisi nasional? Di media sosial, warganet mulai mempertanyakan minimnya eksposur terhadap gerakan mahasiswa yang beberapa kali turun ke jalan dalam waktu berdekatan.

Tidak ada bukti bahwa media sengaja mengabaikan demonstrasi tersebut. Besar kecilnya porsi pemberitaan dipengaruhi banyak faktor, seperti nilai berita, perkembangan isu nasional lain, kebijakan redaksi, hingga dinamika siklus informasi yang kini bergerak sangat cepat. Meski demikian, persepsi publik bahwa gaung demonstrasi kali ini tidak sebesar aksi-aksi mahasiswa pada masa lalu menjadi perbincangan tersendiri.

Terlepas dari perdebatan itu, satu hal yang tak terbantahkan adalah mahasiswa masih terus menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Pertanyaan yang kini mengemuka bukan hanya apakah tuntutan mereka akan didengar pemerintah, tetapi juga mengapa gaung aksi yang berulang kali terjadi di Jakarta terasa tak sekuat demonstrasi mahasiswa pada tahun-tahun sebelumnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.