Efisiensi anggaran kembali memakan korban. Kali ini, giliran Paskibraka Jawa Tengah 2026 yang harus merasakan dampaknya. Anggaran yang sebelumnya mencapai Rp1 miliar dipangkas sekitar 50 persen, menyisakan hanya Rp500–600 juta.
Pemangkasan tersebut membuat sejumlah fasilitas dan persiapan peserta ikut berubah. Masa pemusatan latihan dipersingkat, sementara fasilitas menginap di hotel bagi anggota Paskibraka juga dihapus.
Kebijakan ini mengikuti arahan efisiensi belanja perjalanan dinas dan kegiatan seremonial di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.
Meski anggaran terbatas, pemerintah memastikan upacara pengibaran bendera tetap berjalan dengan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Efisiensi diharapkan tidak mengurangi kekhidmatan peringatan HUT ke-81 RI maupun pembinaan nasionalisme para anggota Paskibraka.
Namun, pemangkasan ini kembali memunculkan pertanyaan: sejauh mana efisiensi dapat diterapkan tanpa mengurangi kualitas pembinaan generasi muda yang membawa nama daerah dalam upacara kemerdekaan?