Senin, Agustus 17, 2026

Istana Turun Tangan soal Geger Upah Kupas Bawang: Pahami Substansi Pidato Prabowo!

JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram masih menjadi sorotan. Istana meminta publik tidak terjebak pada satu atau dua kalimat dari pidato Presiden.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengatakan masyarakat sebaiknya melihat gagasan besar yang disampaikan Prabowo secara utuh.

“Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu,” ujar Hasan di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden. Sebaiknya seperti itu,” imbuhnya.

Pedagang Sayur Ikut Tergiur

Pernyataan tersebut sebelumnya viral di media sosial. Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, bahkan mengaku tertarik menjadi buruh pengupas bawang jika bayaran Rp700.000 per kilogram benar-benar tersedia.

“Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” kata Nurliah, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026).

Nurliah mengaku pernah menerima pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jika dihitung per kilogram, upah yang diterimanya sekitar Rp4.000.

“Waktu saya dulu makkupas, Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500,” ujarnya.

Perbedaan angka tersebut kemudian menjadi salah satu alasan pernyataan Prabowo ramai diperbincangkan publik. Istana pun meminta masyarakat lebih melihat konteks dan substansi pidato secara keseluruhan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.