JAKARTA – Di tengah sorotan terhadap aksi premanisme yang kembali mencuat di Jakarta, nama Irjen Pol Herry Heryawan tiba-tiba ramai dibicarakan. Sejumlah netizen bahkan meminta perwira yang kini menjabat Kapolda Riau itu kembali bertugas di Ibu Kota untuk menangani persoalan keamanan.
Nama Herry dinilai bukan sosok asing dalam menghadapi kasus kriminalitas di Jakarta. Lulusan Akpol 1996 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, terutama saat bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya.
Kariernya di Polda Metro Jaya dimulai pada 2011 ketika dipercaya menjadi Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dua tahun kemudian, ia menjabat Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Selama bertugas di jajaran reserse Polda Metro Jaya, Herry terlibat dalam penanganan sejumlah kasus kriminal menonjol, termasuk yang berkaitan dengan kelompok Hercules Rosario Marshal dan John Kei.
Kariernya kemudian terus berkembang. Herry pernah menduduki posisi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolresta Depok, hingga Dirresnarkoba Polda Metro Jaya. Ia juga pernah dipercaya menjadi Direktur Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri.
Kini, Herry berpangkat Irjen Pol dan menjabat sebagai Kapolda Riau.
Rekam jejak tersebut membuat namanya kembali diseret ke tengah perbincangan soal keamanan Jakarta.
Sejumlah netizen menilai pengalaman Herry dalam menangani kasus kriminal dan kelompok preman menjadi alasan dirinya dianggap cocok kembali ke Ibu Kota.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi mengenai rencana mutasi atau penugasan Herry Heryawan kembali sebagai pejabat di Jakarta.