BANTUL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi penolakan dari orang tua siswa. Sebanyak 148 wali murid atau 68,8 persen di SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, menyatakan tidak ingin anak mereka kembali menerima MBG setelah muncul kasus dugaan keracunan.
Hasil tersebut diperoleh melalui pendataan menggunakan Google Form yang diikuti 215 wali murid. Dari jumlah itu, sebanyak 67 orang atau 31,2 persen masih bersedia menerima MBG dengan sejumlah persyaratan, seperti pergantian penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau penerapan skema lain.
Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui sikap wali murid sekaligus menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, pelaksanaan program tidak boleh dilakukan dengan cara memaksakan kehendak.
Meski mayoritas orang tua menolak, pihak sekolah mencatat masih terdapat siswa yang membutuhkan program tersebut karena kondisi ekonomi keluarga. Hal ini membuat sebagian wali murid tetap mempertimbangkan keberlanjutan MBG dengan sejumlah catatan.
Pendataan juga dilakukan terhadap guru dan karyawan sekolah. Dari 24 responden, sebanyak 19 orang menyatakan menolak MBG, sedangkan lima lainnya masih bersedia menerima dengan persyaratan tertentu.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul menghormati hasil pendataan tersebut. Namun, keputusan akhir akan mengacu pada formulir lanjutan yang dilengkapi persetujuan orang tua dan siswa.
Pemkab Bantul juga memastikan akan tetap melayani siswa yang ingin menerima MBG maupun mereka yang memilih tidak mengikuti program tersebut.