JAKARTA — Peningkatan drastis anggaran Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) hingga 77 kali lipat pada 2027 menuai kritik tajam dari Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45). Gelontoran dana triliunan rupiah tersebut dinilai sia-sia jika tidak diimbangi dengan perbaikan tata kelola komunikasi publik, terutama dalam menetapkan protokol penanganan krisis dan transparansi pejabat.
Berdasarkan catatan LAB 45, pagu anggaran Bakom RI yang disetujui DPR secara prinsip mencapai Rp1,954 triliun. Angka fantastis ini meroket 77 kali lipat sekaligus 10 kali lebih besar dibandingkan pagu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang hanya berkisar Rp187 miliar. Namun, kucuran dana untuk lembaga pimpinan Syahganda Nainggolan ini dinilai tak otomatis mampu memborong kepercayaan masyarakat.
“Anggaran komunikasi bisa dinaikkan puluhan kali lipat, tetapi kepercayaan tidak bisa dibeli,” tegas Kepala LAB 45, Jaleswari Pramodhawardani, dalam media briefing di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).
“Kepercayaan dirawat dari sesuatu yang lebih murah sekaligus lebih sulit, kesediaan pejabat mengakui keadaan sebelum menjelaskannya,” imbuhnya.
Ironi lainnya tercermin dari data LAB 45 yang menunjukkan penurunan total blunder komunikasi pejabat dari 163 menjadi 140 kasus, namun blunder yang melibatkan Presiden justru melonjak dari 32 menjadi 48 kasus. Jaleswari menyoroti ketiadaan aturan jelas mengenai siapa pihak yang berwenang meluruskan disinformasi saat krisis. Hal ini berisiko memicu kebingungan publik di situasi darurat.
“Data kami menunjukkan risiko komunikasi kini memusat di puncak, sementara aturan yang ada belum menetapkan siapa yang berwenang meluruskan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, LAB 45 mendesak pemerintah agar tambahan pagu anggaran tersebut diikat kuat dengan penyusunan protokol komunikasi krisis yang definitif. Transparansi dan kejujuran harus menjadi indikator utama evaluasi keberhasilan, bukan sekadar membanjiri publik dengan informasi searah tanpa diiringi kemampuan menjelaskan kebijakan secara transparan.