JAKARTA — Aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026) tak hanya memanaskan aspal Ibu Kota, tetapi juga memantik simpati dari kalangan pekerja. Alih-alih mengeluhkan kemacetan atau terganggunya akses transportasi umum di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, sejumlah pekerja justru memberikan dukungan penuh kepada massa aksi.
Andi, salah seorang pekerja di kawasan Sudirman, mengaku sama sekali tak mempermasalahkan hiruk-pikuk unjuk rasa tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa adalah bentuk pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya demi menyuarakan keresahan rakyat bawah yang selama ini kerap diabaikan oleh para pengambil kebijakan.
“Menurut saya sendiri, saya sama sekali enggak terganggu. Justru saya dukung banget dengan adanya aksi ini dari mahasiswa, karena mereka yang memang sudah membela kita,” ujar Andi tegas saat ditemui di sekitar lokasi.
Bagi Andi, gelombang protes dari mahasiswa yang bahkan rela datang dari luar Jakarta menjadi bukti nyata bahwa carut-marut kebijakan selama dua tahun terakhir merugikan masyarakat luas, bukan hanya warga Ibu Kota. Ia mendesak pemerintah pusat untuk bergerak cepat menuntaskan akar persoalan yang diprotes massa, alih-alih sekadar menutup telinga.
“Harapan saya buat pemerintah khususnya, tolonglah dengarkan kami, kami yang merasakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah. Apa yang sudah menjadi keresahan kami, segera dituntaskan,” pungkasnya.