Minggu, Juli 12, 2026

Bupati Arief Soroti Risiko Sungai Lusi Setelah Delapan Santriwati Hanyut Terbawa Arus

Pencarian lima santriwati MBS Al Maa’uun Blora yang tenggelam di Sungai Lusi akhirnya selesai setelah berlangsung selama dua hari. Total delapan santriwati telah ditemukan, tiga selamat dan lima lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dua korban ditemukan pada Kamis (11/12/2025), sementara tiga lainnya ditemukan Jumat (12/12/2025) di lokasi yang berdekatan, sekitar 1,5 km dari titik awal hanyut.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Damkar, relawan, serta warga yang turut membantu menemukan korban.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Blora untuk visum dan kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. BPBD Blora mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim penghujan.

Peristiwa nahas ini terjadi ketika delapan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Mau’uun sedang bermain di tepi sungai dalam kegiatan class meeting di rumah ustadzah mereka.

Diduga salah satu santriwati terpeleset dan menimbulkan reaksi spontan menarik teman-temannya sehingga seluruh kelompok terseret arus. Warga berhasil menyelamatkan tiga di antaranya, sementara lima lainnya masih belum ditemukan.

Kapolres Blora menyampaikan bahwa seluruh metode pencarian telah dikerahkan demi mempercepat proses.

“Pencarian terus kami lanjutkan. Selain menyusuri aliran sungai secara manual, tim juga menebar jaring di beberapa titik untuk memperluas jangkauan,” ujarnya.

Bupati Blora, H. Arief Rohman, yang turut meninjau lokasi kejadian, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan di musim penghujan.

“Risiko di musim hujan sangat tinggi. Kejadian ini harus menjadi pengingat kita semua. Awasi anak-anak, jangan biarkan bermain di tepi sungai, terutama saat debit air naik atau setelah hujan deras,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat mencermati perubahan debit air yang bisa muncul secara mendadak, termasuk potensi banjir kiriman dari wilayah hulu.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang turut mendampingi, menambahkan imbauan agar pengawasan terhadap anak-anak semakin diperketat di tengah cuaca ekstrem.

“Mohon anak-anak jangan dibiarkan bermain di area sungai. Saat musim hujan, arus sangat berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, Polres, TNI, relawan, dan warga setempat tetap melanjutkan penyisiran dari hulu hingga hilir Sungai Lusi. Operasi pencarian akan terus berlanjut dengan metode yang semakin diperluas agar kelima korban dapat segera ditemukan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.