MELIHAT INDONESIA, SLAWI – Calon Bupati Tegal, Bima Eka Sakti menerima Pusaka Tombak Plered milik almarhum Ki Enthus Susmono. Pusaka diserahkan langsung istri almarhum, Nurlela yang datang sendiri ke rumah Bima Sakti di Kudaile, Slawi, Kamis (21/11/2024).
Ada dua buah tombak pusaka klasik yang diserahkan: satu memiliki panjang sekitar dua setengah meter dan satunya lagi memiliki panjang sekitar tiga meter. Kedua tombak masing-masing memiliki empat mata tajam terbuat dari bahan besi meteorit.
Semasa menjabat Bupati Tegal periode 2014-2019, Ki Enthus menyimpan tombak-tombak pusaka tersebut di rumah dinas. Kini pusaka diserahkan kepada calon bupati yang dipilih oleh keluarga besar.
Keluarga besar Ki Enthus menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada paslon nomor urut 01 Bima Sakti-Syaiful Mujab yang sedang maju di Pilkada Kabupaten Tegal 2024.
“Kami mempercayakan pusaka ini kepada Mas Bima Sakti. Semoga Mas Bima bisa meneruskan perjuangan Ki Enthus di Kabupaten Tegal,” pintanya.
Bagi masyarakat Jawa, pusaka entah keris atau tombak tidak hanya bermakna senjata untuk berperang, tapi memiliki makna filosofis sebagai bentuk penghambaan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pusaka dibuat dengan pakem yang rumit. Di dalamnya terkandung makna religius, magis, dan mistis. Ia menjadi lambang dari keinginan, harapan, cita-cita, dan identitas dari pemiliknya (manusia) untuk menghamba kepada Tuhan.
Bima Sakti mengucapkan terima kasihnya karena ia dan pasangannya Syaiful Mujab telah diberi kepercayaan dari keluarga bupati pendahulu sebuah warisan budaya yang sangat bernilai.
“Insyaallah ini merupakan lambang perjuangan. Ini menjadi simbol perjuangan warga Tegal. Jadikan kami Bima-Mujab alat untuk memperjuangkan mimpi-mimpi warga Tegal. Semoga kami bisa mengemban amanah ini,” ucapnya sambil menerima kedua tombak pusaka. (*)