Kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke sejumlah lokasi di Kabupaten Pemalang pada Selasa (28/7) malam sempat memicu spekulasi publik mengenai adanya operasi tangkap tangan (OTT).
Penyidik antirasuah dilaporkan mendatangi beberapa titik, termasuk ruang Kepala Dinas PUPR serta dua rumah yang disebut milik kontraktor. Sejumlah lokasi juga terlihat telah dipasangi tanda penyegelan.
Di tengah beredarnya berbagai informasi, muncul kabar bahwa istri Bupati Pemalang turut dijemput penyidik dari rumah dinas. Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari KPK.
Spekulasi tersebut akhirnya terjawab setelah Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan di Pemalang. Saat dikonfirmasi, Fitroh hanya memberikan jawaban singkat, “Benar.”
Meski demikian, ia belum mengungkap perkara yang ditangani, pihak-pihak yang diamankan, maupun barang bukti yang diperoleh dalam operasi tersebut.
Dalam OTT itu, KPK mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Anom merupakan Bupati Pemalang periode 2025–2030 yang terpilih pada Pilkada 2024 bersama wakilnya, Nurkholes. Pasangan tersebut diusung Partai Golkar dan didukung koalisi Partai Perindo, PSI, Partai Gelora, serta Partai Buruh.
Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah itu dijadwalkan menyampaikan kronologi perkara, identitas pihak yang terlibat, serta dugaan tindak pidana yang menjadi dasar operasi tangkap tangan setelah proses pemeriksaan awal selesai.