Kamis, September 24, 2026

Daratan Baru Di Selat Sunda Terbentuk, Benarkah Cucu Krakatau Telah Lahir? Begini Penjelasan Pakar

JAKARTA – Kemunculan daratan baru seluas 30,3 hektare di Selat Sunda memicu spekulasi tentang lahirnya gunung api baru atau “cucu Krakatau”. Namun, para pakar menegaskan bahwa daratan tersebut sekadar endapan material vulkanik, bukan entitas gunung mandiri.

Pakar Hukum dan Bencana IABI, Daryono, memaparkan bahwa dangkalnya kaldera purba serta dinamika arus perairan di Selat Sunda mempercepat proses sedimentasi sisa material erupsi hingga akhirnya menumpuk menjadi sebuah daratan.

“Daratan ini bukanlah gunung api independen, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yg mengendap di laut. Kemunculan daratan baru ini adalah proses sedimentasi vulkanik yang lumrah di kawasan gunung api aktif,” kata Daryono.

Penjelasan serupa disampaikan oleh Dosen Teknik Geologi Itera, Happy Christin Natali. Ia menyebutkan bahwa sisa material letusan tidak melulu hanyut ditelan laut, melainkan kerap menumpuk di sekitar punggung atau kaki gunung sebagai cara alami gunung menata ulang wujudnya.

“Fenomena seperti ini adalah salah satu mekanisme gunung api melakukan pembentukan kembali tubuhnya (self-rebuilding) setelah erupsi,” imbuh dia.

Dari sisi pemantauan di lapangan, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, membenarkan keberadaan perluasan daratan yang kini terus diawasi tersebut.

“Ya, itu hasil dari letusan kemarin, luasnya kurang lebih 30,3 hektar. Keberadaan daratan baru itu sudah kami ketahui dan masih masuk dalam pemantauan aktivitas rutin di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung,” ujar Suwarno.

Lebih lanjut, Daryono mengingatkan bahwa daratan baru ini belum bersifat permanen karena rentan terkikis ombak dan abrasi apabila erupsi terhenti. 

Ia juga menegaskan bahwa daratan tersebut belum memenuhi indikator geologis—seperti memiliki saluran magma sendiri, kemampuan erupsi mandiri, hingga aktivitas deformasi lokal—sehingga sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai gunung api baru.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.