Selasa, Mei 26, 2026

Giling Tebu Dihentikan Sepihak, Bupati Blora Gerak Cepat Dampingi APTRI ke Pusat

Kepengurusan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora melakukan silaturahmi dengan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si di rumah dinas Bupati, Sabtu (7/2/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua APTRI Blora, Drs. H. Sunoto, sebagai bagian dari langkah strategis memperjuangkan kepentingan petani tebu.

Dalam pertemuan itu, APTRI menyampaikan hasil rapat konsolidasi internal, termasuk rencana aksi damai ke PG PT GMM Bulog yang dijadwalkan pada Kamis, 12 Februari 2026.

“Selain bersilaturahmi juga untuk melaporkan hasil rapat konsolidasi APTRI, salah satunya adalah kesiapan aksi damai ke PG. PT. GMM Bulog, yang direncanakan hari Kamis 12 Februari 2026,” kata Sunoto, mantan Kepala desa Ngampon Kec. Jepon, dua periode itu.

Di hadapan Bupati Blora Arief Rohman, APTRI juga menginformasikan telah membentuk tim pencari fakta. Tim tersebut bertugas mendata luas areal tebu yang belum tertebang pada musim giling tebu 2025 serta menghitung potensi kerugian petani akibat penghentian giling secara sepihak oleh manajemen PT GMM Bulog dengan alasan kerusakan berat dua unit boiler.

Berdasarkan laporan sementara, luas areal tebu giling 2025 yang belum tertebang mencapai sekitar 300 hektare dengan estimasi kerugian petani sebesar Rp15 miliar.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman memberikan respons positif terhadap langkah dan rencana yang telah disusun pengurus APTRI. Bahkan, secara spontan Bupati langsung melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah pihak elit di tingkat pusat.

Tak berhenti di situ, Bupati Blora juga memutuskan untuk segera berangkat ke Jakarta pada Minggu pagi, 8 Februari 2026, bersama sebagian pengurus APTRI guna mengupayakan percepatan penyelesaian persoalan yang terjadi di pabrik gula PT GMM Bulog.

Agenda ke Jakarta tersebut antara lain untuk menemui sejumlah pejabat tingkat tinggi yang dinilai memiliki kewenangan mempercepat solusi permasalahan, khususnya terkait renovasi pabrik gula agar giling 2026 tetap berjalan serta mendorong reformasi total manajemen internal PT GMM Bulog.

Langkah cepat Bupati Blora tersebut disambut antusias oleh pengurus APTRI. Bahkan, telah dijadwalkan pertemuan dengan salah satu menteri pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 17.00 WIB di Kompleks Widya Candra, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta.

“Baru kali punya bupati memiliki keahlihan berkomunikasi dan respon terhadap masalah yang urgen,” ucap Ketua APTRI Blora Sunoto.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris APTRI Blora, Anton Sudibdyo S.Ag, yang merupakan mantan anggota DPRD.
“Bahwa Bupati saat ini memiliki kemampuan membangun jaringan tingkat dewa,” ujar Anton.

Sementara itu, Agus Joko Susilo, mantan Kepala Desa Nglaroh Gunung, menilai sosok Bupati Blora yang akrab disapa Gus Arief sebagai pemimpin yang sederhana, tegas, dan lugas.

Pengurus APTRI pun memohon doa restu kepada seluruh petani tebu di Bumi Blora Mustika agar perjuangan yang dilakukan membuahkan hasil positif.

“Beli roti di pasar Sido Makmur, Tekadnya nyawiji petani makmur,” kata Joko dengan sebuah pantun.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.