Sebanyak 4.293 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) hingga batas akhir pengisian belum menyatakan kesediaannya untuk menerima penempatan. Angka tersebut merupakan sekitar 15 persen dari total 28.620 calon manajer yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Kementerian Koperasi menyebut lebih dari 85 persen calon manajer telah menandatangani offering letter. Sementara 4.293 lainnya belum menandatangani dokumen tersebut. Meski demikian, pemerintah menegaskan mereka belum otomatis dianggap mengundurkan diri dan statusnya masih akan dibahas setelah proses pemutakhiran data selesai.
Persoalan ini menjadi sorotan karena para calon manajer sebelumnya telah mengikuti rangkaian pelatihan. Kementerian Pertahanan bahkan mengakui biaya pendidikan bela negara bagi 35.476 calon manajer Kopdes mencapai sekitar Rp1,064 triliun, atau sekitar Rp30 juta per peserta.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin juga menyebut estimasi biaya pelatihan mencapai sekitar Rp45 juta per peserta jika memperhitungkan latihan dasar kemiliteran dan pembelajaran substansi koperasi. Namun, angka Rp45 juta tersebut merupakan pernyataan/estimasi DPR, sementara angka Rp1,064 triliun telah dikonfirmasi Kemhan untuk komponen pendidikan bela negara.
Dengan demikian, muncul pertanyaan mengenai efektivitas proses rekrutmen dan pelatihan ketika ribuan calon manajer yang telah menjalani tahapan tersebut masih belum menyatakan kesediaan menerima penempatan. Pemerintah menargetkan para manajer mulai aktif bertugas pada awal Oktober 2026.