Selasa, Mei 26, 2026

Keluarga Tak Mau Membela Diri Atas Pro Kontra Gelar Pahlawan Soeharto Rakyat Sudah Bisa Menilai!

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025 memicu perdebatan luas di masyarakat.

Meski diwarnai pro dan kontra, keluarga Soeharto memilih bersikap tenang dan menghormati semua pandangan yang muncul.

Putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, menyebut perbedaan pendapat dalam masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Ia menegaskan keluarga tidak merasa tersinggung atas penolakan sebagian pihak terhadap keputusan tersebut.

“Kami tidak merasa perlu membela diri. Kalau ada yang pro dan ada yang kontra, itu hal biasa. Masyarakat kita sekarang sudah makin pintar dan bisa menilai sendiri,” ujarnya.

Tutut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas penghargaan yang diberikan kepada ayahnya.

Ia berharap agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak memperpanjang polemik yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas keputusan ini. Tapi kami juga memahami kalau tidak semua orang sependapat. Yang penting, kita tetap saling menghormati dan menjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Kementerian Sekretariat Negara menegaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto telah melalui prosedur resmi sesuai undang-undang.

Pemerintah mempertimbangkan jasa besar Soeharto dalam menjaga stabilitas nasional dan membangun ekonomi Indonesia selama masa kepemimpinannya.

Meski demikian, sejumlah kalangan masih menganggap keputusan ini kontroversial karena adanya catatan pelanggaran HAM dan praktik korupsi di era Orde Baru.

Kritik datang dari aktivis, akademisi, hingga sebagian politisi yang menilai langkah tersebut berpotensi membuka kembali luka sejarah bangsa.

Sikap keluarga Soeharto tetap konsisten untuk tidak menanggapi secara reaktif.

Cucu Soeharto, Danty I Purnamasari, bahkan menyebut keluarga sudah mengetahui rencana pemberian gelar tersebut jauh hari sebelumnya.

“Kami sudah diberitahu sebelumnya soal rencana pemberian gelar ini. Bagi kami, ini bentuk penghargaan atas jasa beliau bagi bangsa, bukan untuk membuka luka lama,” ujarnya.

Keputusan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto menjadi sorotan besar dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

Namun, sikap tenang dan terbuka keluarga Soeharto dinilai banyak pihak sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi perbedaan tafsir sejarah di tengah masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.