Tak hanya bergerak dalam bidang keagamaan dan sosial, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Blora kini didorong untuk ikut mengambil peran dalam sektor ekonomi produktif. Pemerintah Kabupaten Blora mengajak organisasi tersebut terlibat dalam penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian organik dan budidaya ayam kampung.
Dorongan itu disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman saat menghadiri Konferensi Muslimat NU Cabang Blora, Minggu (2/8/2026). Ia menilai potensi anggota Muslimat NU dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mendukung program pangan di daerah.
Arief mengapresiasi kiprah Muslimat NU yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, serta pelayanan sosial.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Blora. Daerah tersebut memiliki potensi besar, mulai dari populasi sapi yang tinggi, produksi padi unggulan, hingga produksi jagung yang masuk jajaran teratas di Jawa Tengah.
Ia mendorong Muslimat NU ikut mengembangkan pertanian organik karena memiliki peluang besar, terlebih Blora memiliki hampir 250 ribu ekor sapi yang limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.
“Dari pertanian organik ini sangat prospektif, jadi saya minta tidak hanya NU saja, tapi Muslimat juga,” ujar Arief.
Selain pertanian organik, Arief juga mengajak Muslimat NU terlibat dalam pengembangan ayam kampung. Ia menyebut kebutuhan ayam kampung di Blora masih tinggi dan sebagian pasokan masih didatangkan dari luar daerah.
Pemerintah Kabupaten Blora, lanjutnya, tengah menyiapkan dukungan bersama Baznas dan program CSR untuk mendorong masyarakat mengembangkan budidaya ayam kampung.
Arief berharap keterlibatan Muslimat NU dapat memperkuat program ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung agenda pemerintah pusat di sektor pangan.