Website resmi milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur diretas pada Rabu (25/6).
Serangan siber ini tidak hanya merusak sistem digital pemerintahan, tetapi juga menimbulkan kegaduhan publik setelah sempat muncul artikel provokatif berjudul “Copot jabatan dan penjarakan Khofifah”, mengarah langsung pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Artikel tersebut sempat terdeteksi muncul di hasil pencarian Google sekitar pukul 11.54 WIB, meskipun kini tautannya telah tidak dapat diakses. Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, membenarkan kejadian tersebut.
“Website kami memang sedang di-hack, dan saat ini proses pelacakan masih berlangsung,” ujar Sherlita saat dikonfirmasi.
Sherlita juga menegaskan bahwa fokus pihaknya saat ini adalah memperkuat sistem keamanan digital dan melacak jejak siber pelaku peretasan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai motif serangan atau dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Peretasan ini terjadi dalam momen sensitif, di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap Gubernur Khofifah yang belum lama ini dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kepada kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Jatim tahun 2019-2022.
Namun, Pemanggilan tersebut belum dipenuhi Gubernur Jawa Timur tersebut, lantaran ia sedang menghadiri wisuda putranya di Peking University, Tiongkok.