JAKARTA – Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Istana Negara, Kamis (1/10/2026) sore. Jenderal bintang tiga ini masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih untuk menggantikan posisi Sudaryono, yang sejak tiga bulan lalu telah ditugaskan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969 ini bukanlah sosok sembarangan. Saleh Mustafa merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dari kecabangan Infanteri. Karier kemiliterannya banyak ditempa di kesatuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Rekam jejak militer Saleh sarat dengan operasi krusial dan strategis. Mantan Komandan Grup 1 Kopassus ini pernah menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako (2016–2017), di mana ia terjun langsung dalam Operasi Tinombala atau Madago Raya untuk menumpas jaringan terorisme di Poso.
Ketangguhannya kembali diuji saat menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih (2022–2023). Saat itu, ia dipercaya memimpin operasi awal untuk membebaskan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera kelompok bersenjata di Papua.
Kariernya terus melesat menduduki sejumlah posisi kunci di pucuk pimpinan TNI. Saleh pernah menjabat sebagai Pangkostrad (2023–2024) menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak, ditunjuk menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) TNI (2024–2025), hingga mengemban posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada 2025–2026.
Adapun dalam agenda di Istana Negara tersebut, Saleh tidak dilantik sendirian. Presiden Prabowo secara serentak melantik 15 pejabat lainnya yang terdiri atas menteri, wakil menteri, dan kepala badan untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.
“Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?” tanya Presiden Prabowo saat memimpin pembacaan sumpah, yang langsung dijawab serempak dengan kesiapan oleh seluruh pejabat untuk mulai bertugas di kementerian dan lembaganya masing-masing.