Jumat, Juli 24, 2026

Purbaya Sebut Anggaran MBG Berpotensi Hemat Jika Orang Kaya Tak Dapat, Kritik Penyaluran?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi lebih hemat apabila anak-anak dari keluarga mampu tidak lagi menjadi penerima manfaat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi wacana penyempitan sasaran MBG yang belakangan mencuat. Pernyataan tersebut pun memunculkan pertanyaan, apakah pemerintah mulai mengevaluasi ketepatan sasaran penyaluran program unggulan tersebut?

“Kalau ada orang kaya suka sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, yaudah,” ujar Purbaya kepada awak media usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, jika sasaran penerima dipersempit, kebutuhan anggaran MBG otomatis akan berkurang karena jumlah penerima manfaat menjadi lebih sedikit.

Meski demikian, Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan belum menerima rincian teknis mengenai rencana tersebut. Ia menyebut penentuan penerima manfaat sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). “Pasti ada kurang kalau begitu dengan penghematan, bukan potongan. Tapi tergantung mereka (BGN) bagaimana teknisnya nanti,” katanya.

Saat ditanya apakah pemerintah sudah mengantongi data jumlah siswa dari kelompok desil 8 hingga 10 yang kemungkinan tidak lagi menerima MBG, Purbaya mengaku belum memperoleh informasi tersebut. Ia juga mengungkapkan akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pada pekan depan untuk membahas lebih lanjut rencana pengurangan anggaran program MBG. Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai perubahan kriteria penerima manfaat program tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.