MELIHAT INDONESIA, BANJARNEGARA – Selama dua hari berturut-turut, embun es yang dikenal sebagai embun Upas kembali muncul di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Suhu di wilayah wisata unggulan Banjarnegara ini telah turun hingga minus 1,2 derajat Celsius.
Butiran embun terlihat putih melekat pada rumput dan pepohonan di kebun warga. Selain itu, embun es juga terlihat memutih di area kompleks Candi Arjuna Dieng.
Fenomena langka ini pasti menarik minat wisatawan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Banjarnegara.
“Sudah banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan fenomena embun es di kawasan wisata Dieng pagi ini. Biasanya mereka menginap untuk melihat fenomena langka ini,” ujar Stella Dhina, seorang wisatawan dari Jogja, Jumat 21/6/2024.
Fenomena embun Upas di dataran tinggi Dieng adalah kejadian tahunan yang selalu menarik wisatawan untuk datang dan menikmati pemandangan alam yang indah, mirip dengan pemandangan di Eropa.
“Persiapannya cukup sederhana jika ingin berkunjung saat terjadi fenomena embun es. Selain harus bangun pagi sekitar pukul 05.30, juga harus mengenakan pakaian tebal agar tidak kedinginan,” tambahnya.
Embun Upas sendiri terjadi ketika suhu udara di dataran tinggi Dieng turun drastis hingga mencapai titik beku. Embun yang biasanya muncul di pagi hari berubah menjadi kristal es yang indah dan memutih, menciptakan pemandangan yang sangat memukau. Kondisi ini biasanya terjadi pada bulan-bulan musim kemarau, terutama di Juli dan Agustus, ketika langit cerah dan angin bertiup tenang.
Selain menarik wisatawan, fenomena embun Upas juga menjadi perhatian para peneliti dan pecinta alam. Mereka datang untuk mempelajari fenomena alam ini dan mengamati dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Meskipun embun es ini memberikan pemandangan yang menakjubkan, para petani setempat harus waspada karena embun Upas bisa merusak tanaman kentang dan sayuran lainnya yang menjadi sumber penghidupan utama mereka. (**)