Perbincangan di media sosial X tengah ramai menyoroti dugaan keterlibatan siswa sekolah dasar (SD) dalam kegiatan yang diklaim sebagai aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam. Isu ini mencuat setelah sejumlah unggahan viral menyebut adanya pelajar yang ikut dalam kegiatan di sekitar kawasan Pemkot dan DPRD Batam pada Minggu (21/6/2026).
Dalam narasi yang beredar, peserta kegiatan disebut tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga melibatkan pelajar serta tenaga pendidik. Hal ini kemudian memicu perhatian publik, terutama terkait dugaan pelibatan anak-anak dalam aktivitas yang menyerupai aksi demonstratif di ruang publik.
Viralnya kabar tersebut berawal dari unggahan salah satu akun X yang menampilkan cerita seorang siswa SD yang mengaku mengikuti kegiatan tanpa mengetahui secara jelas bentuk acaranya. Dalam unggahan itu, anak tersebut disebut awalnya mengira akan mengikuti kegiatan pawai, namun kemudian diarahkan ke barisan aksi dukungan.
Unggahan tersebut juga memunculkan dugaan adanya arahan dari pihak tertentu di lingkungan pendidikan, meski informasi yang beredar masih sebatas klaim di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi.
Peristiwa ini kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak pihak menilai bahwa jika benar terjadi, pelibatan anak-anak dalam aksi di ruang terbuka berpotensi melanggar prinsip perlindungan anak serta tidak sesuai dengan konteks pendidikan yang semestinya.
Sebagian komentar juga menyoroti peran sekolah dan tenaga pendidik, serta mempertanyakan batas antara kegiatan edukatif dan aktivitas bernuansa dukungan kebijakan publik di ruang sosial.
Di tengah ramainya perdebatan, sejumlah pengguna media sosial mendorong agar lembaga terkait seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam kegiatan tersebut.
Hingga kini, pihak Pemerintah Kota Batam maupun instansi pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang beredar. Sementara itu, diskusi di ruang digital masih terus berkembang dan memunculkan berbagai pandangan dari publik.