Selasa, Oktober 20, 2026

2 Tahun Prabowo-Gibran! 9 Kampus Turun ke Jalan, Survei Klaim 78,8% Nilai Gagal!

Tepat hari ini, Selasa (20/10), dua tahun sudah Prabowo-Gibran memegang kemudi. Bukan kue ulang tahun yang datang, tapi barisan mahasiswa! Aliansi “Komite Sadar / Selamatkan Daulat Rakyat” menggelar aksi dua tahap di Jakarta Pusat, pagi tadi aksi simbolik di Tugu Proklamasi pukul 09.00 WIB, dan sore ini massa turun ke Tugu Tani pukul 15.00 WIB.

Kekuatannya bukan main-main, 9 kampus bergabung — BEM UI, KM ITB, mahasiswa Unpad, BEM Undip, BEM Unnes, Sema UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Unair, dan Eksekutif Mahasiswa UB. Gerakan ini mengklaim didukung hasil survei internal Komite Sadar terhadap 560 responden dari Sumatra hingga Papua.

78,8% menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta kabinetnya gagal. Angka surveinya pedas. Sebanyak 71,1% responden menyoroti harga pokok yang mahal, 62,7% mengeluhkan pembatasan kebebasan berpendapat, 70,6% menyoroti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, 83,5% menyoroti deforestasi dan karhutla, 67,4% mengeluhkan biaya pendidikan yang mahal, dan 41,6% menilai sektor ekonomi-keuangan mendesak diperbaiki.

Mereka datang membawa 5 tuntutan resmi: tetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, pulihkan kesehatan warga, dan cabut izin korporasi; benahi tata kelola ekonomi dan pulihkan kepercayaan pasar; hentikan pembatasan kebebasan berpendapat; berantas KKN; serta turunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.

“Gerakan terdiri dari dua rangkaian, yaitu pagi hari aksi simbolik (Tugu Proklamasi) dan siangnya aksi massa (Tugu Tani),”, jelas Ketua BEM UI Yatalathof Imawan.

“Kedaulatan rakyat direbut oleh penguasa, karena itu kita bergerak atas dasar ingin rakyat berdaulat,”, tuding Athof. 

Fakta menariknya kaum buruh justru menolak turun ke jalan hari ini. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan federasinya tidak menggelar aksi 20 Oktober karena “terlalu rawan”, diganti dengan bakti sosial. 

Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai dari Kompleks Istana.

“Alhamdulillah, relatif kan situasi stabil. Politik dan ekonomi, serta sosial,”, bebernya.

Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di kawasan Medan Merdeka, MH Thamrin, Kebon Sirih, hingga Istana. Sampai berita ini ditulis, aksi simbolik pagi sudah lewat namun belum ada laporan hasilnya, dan aksi massa pukul 15.00 WIB belum dimulai. 

Netizen terbelah, ada yang mendukung mahasiswa sebagai “penyambung lidah rakyat”, ada pula yang nyinyir menyebut demo ini “seremonial tahunan”. Apapun itu, hari ini Jakarta benar-benar jadi panggung adu narasi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.